Bimbang Sikap Politik Pilpres, Shaggydog Dapat Wejangan Kiai

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Shaggydog

    Shaggydog

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Band ska asal Yogyakarta, Shaggydog mengaku sempat bimbang terkait pilihan politik dalam Pilpres 2019 ini. Musababnya, sejumlah artis dan musisi sudah blak-blakan soal pilihan politiknya untuk memilih pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo alias Jokowi atau nomor urut 02 Prabowo Subianto.

    Menyikapi kebimbangan, band yang populer dengan lagu Sayidan itu belum lama ini menemui seorang kiai di Jawa Timur yang sudah dianggap teman sekaligus guru spiritual panutan mereka. "Kami tanya kepada beliau bagaimana situasi pra, saat, dan pasca pilpres ini? Kami juga tanya (capres) 01 itu bagaimana, 02 bagaimana," ujar vokalis Shaggydog Heru Wahyono saat ditemui di sela persiapan acara 100%In- sebuah gerakan kampanye menolak golput- di Yogyakarta Kamis 14 Maret 2019.

    Kiai yang disebut Heru dengan panggilan Kiai Nusantara itu juga dimintai pendapat, bagaimana Shaggydog harus menyikapi pilpres 2019 ini. "Beliau menyarankan kepada Sahggydog agar dalam pilpres ini menjaga orang tetap joged saja," ujarnya terkekeh.

    Sebagai musisi,  Shaggydog diminta kiai itu agar tak ikut-ikutan berpihak pada salah satu kubu."Beliau bilang 'Kon ngademke ae, soale pertarungan sengit iki okeh wong panas' (Kamu mendinginkan saja, pilpres ini banyak orang hatinya panas)," ujar Heru menirukan saran panutannya itu.

    Heru pun menuturkan kiai itu lebih mendukung Shaggydog jika tetap tampil sebagai penengah dalam situasi politik bangsa yang sedang hangat karena pilpres antara dua kubu ini. "Akhirnya kami putuskan Shaggydog begini saja (netral) dan pilihan politik diserahkan pada personel tanpa harus membawa nama Shaggydog," ujarnya.

    Dari kesepakatan menjadi penengah yang tak berpihak pada salah satu kubu itu, Shaggydog justru terinspirasi membuat lagu baru berjudul Jangan Gontok-gontokan yang ditujukan untuk menyikapi pemilu.

    Salah satu penekanan dalam lagu bergenre campuran ska, dangdut, juga rap itu tertuang dalam lirik berbunyi 'Jangan terlalu mencinta, jangan terlalu membenci'. Maksudnya agar masyarakat tak menjadi fanatik saat mendukung sesuatu sehingga sampai mengabaikan lainnya yang tak sepaham. 

    Lagu itu belum dirilis. "Rencananya mau kami nyanyikan pertama saat acara 100%in nanti di Yogya," ujarnya.

    Acara 100%in sendiri merupakan sebuah gerakan mengajak kaum milenial tidak melakukan golput dan tetap menggunakan hak pilihnya dalam pemilu 2019 ini. Acara itu akan digelar 22 Maret 2019 mendatang di halaman parkir Stadion Mandala Krida dan melibatkan sejumlah musisi Yogya seperti Bravesboy dan FSTVLST.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.