Netflix Akan Filmkan Karya Gabriel Garcia Marquez

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gabriel Garcia Marquez dan anak-anaknya, Gonzalo Garcia Barcha (kiri) yang merupakan sutradara film dan televisi, Rodrigo Garcia Barcha (kanan), Los Angeles, California, Juli 2007. Marquez adalah sosok yang dikenal penyayang dan disiplin pada keluarga. (Steve Pyke/Getty Images)

    Gabriel Garcia Marquez dan anak-anaknya, Gonzalo Garcia Barcha (kiri) yang merupakan sutradara film dan televisi, Rodrigo Garcia Barcha (kanan), Los Angeles, California, Juli 2007. Marquez adalah sosok yang dikenal penyayang dan disiplin pada keluarga. (Steve Pyke/Getty Images)

    TEMPO.CO, JakartaNetflix telah memperoleh hak atas karya agung Gabriel García Márquez, "One Hundred Years of Solitude", untuk diadaptasi ke layar.

    Perusahaan streaming itu mengumumkan, Rabu, 6 Maret 2019 bahwa buku itu akan diadaptasi menjadi seri berbahasa Spanyol dan sebagian besar difilmkan di negara asal penulis pemenang hadiah Nobel di Kolombia, dengan putra García Márquez, Rodrigo García dan Gonzalo García Barcha, yang didapuk menjadi produser eksekutif.

    Memperoleh hak untuk mengadaptasi "One Hundred Years of Solitude" telah menjadi pertarungan yang sulit. García mengatakan bahwa ayahnya skeptis dengan kapasitas novel realis magis yang luas untuk masuk dalam struktur film tradisional, dan ingin cerita tersebut diceritakan dalam bahasa Spanyol.

    “Selama beberapa dekade ayah kami enggan menjual hak film atas 'One Hundred Years of Solitude' karena ia percaya bahwa itu tidak dapat dibuat di bawah batasan waktu dari sebuah film fitur, atau bahwa memproduksinya dalam bahasa selain bahasa Spanyol," kata García, dikutip dari The Guardian, Kamis.

    "Tapi di zaman keemasan seri saat ini, dengan tingkat penulisan dan penyutradaraan yang bertalenta, kualitas konten sinematik, dan penerimaan oleh pemirsa program di seluruh dunia dalam bahasa asing, waktunya tidak bisa lebih baik," tambah dia

    "One Hundred Years of Solitude" mengisahkan dinasti Buendía, pendiri kota pedesaan dan terpencil Macondo, dan memadukan unsur-unsur fantastik dan alegoris seperti hujan bunga kuning, alkimia dan penampakan keagamaan, dengan realisme, sejarah, dan karya sastra.

    Karya yang dirilis tahun 1967 itu menjadi karya nyata realisme magis dan salah satu novel Amerika Latin paling terkenal dari abad ke-20 dan telah terjual sekitar 47 juta kopi dan telah diterjemahkan ke dalam 46 bahasa.

    Netflix baru-baru ini melihat keberhasilan yang signifikan dengan karya-karya yang aslinya berbahasa Spanyol, seperti film pemenang Oscar, Roma, dan seri Pablo Escobar, Narcos.

    "One Hundred Years of Solitude" bukan menjadi karya García Márquez pertama yang diadaptasi untuk layar. Novel "Love in the Time of Cholera" (1985) diadaptasi untuk film pada tahun 2007, disutradarai oleh Mike Newell dan dibintangi oleh Giovanna Mezzogiorno, Javier Bardem dan Benjamin Bratt. "Chronicle of a Death Foretold" (1981) diadaptasi untuk film dan musikal Broadway.

    Baca: Netflix Resmi Batalkan Kerja sama dengan Marvel

    García Márquez memenangkan Hadiah Nobel untuk sastra pada tahun 1982. Dia meninggal pada tahun 2014.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.