5 Alasan Maudy Ayunda yang Layak Jadi Panutan Generasi Milenial

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maudy Ayunda. Instagram.com

    Maudy Ayunda. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta -  Kabar bahagia datang dari penyanyi dan aktris cantik, Maudy Ayunda yang diungkapkan hari ini, Senin, 4 Maret 2019 di akun Instagramnya @maudyayunda. Maudy Ayunda mengabarkan bahwa dua universitas ternama, yakni Harvard dan Stanford University sama-sama menerima dia dalam program magister setelah ia lulus dari University of Oxford, Inggris. 

    Saat mengabarkan berita diterima untuk program magister pendidikan di Harvard, Maudy mengunggah di bawah John Harvard. Pada unggahan berikutnya, Maudy mengenakan kaos Stanford University untuk mengabarkan ia diterima dalam progam master of business administration (MBA) di Stanford University. 

    Baca: Diterima di Harvard dan Stanford, Maudy Ayunda Ucap Syukur

    Unggahan dua foto ini tak pelak mendapatkan lebih dari 640 ribu like dan lebih dari 16 ribu komentar. Komentar yang muncul, tentu saja menyatakan selamat dan ikut bangga atas keberhasilan pelantun lagu Perahu Kertas itu. 

    Maudy Ayunda Diterima di Harvard dan Stanford. foto/instagram/maudyayunda

    Berikut ini 5 fakta Maudy Ayunda yang pantas menjadi panutan para penggemarnya.

    1. Aktif di sekolah sejak SMP hingga SMA

    Semasa bersekolah, Maudy Ayunda mengaku sangat aktif dalam kegiatan organisasi dan ekstrakulikuler. Selain dipercaya menjadi ketua OSIS, Maudy Ayunda juga mengikuti kegiatan drum band, paduan suara, teater, basket, dan lain – lain.

    1. Menjadi aktivis untuk pendidikan dan kepemudaan

    Selain membangun karir di dunia hiburan, Maudy Ayunda juga menaruh perhatian pada dunia politik dan ekonomi Indonesia, khususnya yang berdampak dengan kehidupan dan pengembangan anak-anak muda. Maudy Ayunda kerap membagikan pesan kepada kaum muda dalam melawan perbudakan yang mencakup kerja paksa, pernikahan dini, dan kerja berbahaya. Pada Maret 2017, Maudy didapuk menjadi juru bicara pada isu-isu perbudakan modern di Istana Presiden, Jakarta.

    Baca juga: Persiapan Maudy Ayunda Dapat Beasiswa S2

    1. Menerima berbagai penghargaan

    Sejak 2006, Maudy Ayunda mendapatkan 10 nominasi dan 2 penghargaan. Penghargaan itu antara lain untuk kategori Aktris Utama Terpilih di Festival Film Jakarta, dalam perannya di film Untuk Rena, dan kategori Penyanyi Wanita Terbaik dari Indonesian Choice Awards 2015 untuk lagu Untuk Apa.

    Tahun 2017, Maudy Ayunda juga mendapatkan penghargaan oleh BUBU awards sebagai Influencer Digital Terbaik, dan oleh Style Awards sebagai Milenium Paling Berpengaruh atas keterlibatannya di media sosial pada gerakan “Kejar Mimpi”

    1. Berpengalaman sebagai pembicara

    Maudy Ayunda pernah berkesempatan menjadi pembicara di Indonesian Diaspora Network, 4th Congress of Indonesian Diasporas dan berkesempatan bertemu dan berbincang dengan mantan presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Selain itu, Maudy Ayunda juga berbicara dalam acara IWF, Indonesian Women’s Forum 2018, dan juga Leader’s Camp Kejar Mimpi di beberapa kota di Indonesia.

    1. Penyanyi dan Pemain Film muda

    Sejak tahun 2005, Maudy yang bernama lengkap Ayunda Faza Maudya ini, telah merilis 14 single, 1 soundtrack album, dan 3 studio album. Di antaranya yang berhasil menjadi lagu hits antara lain adalah lagu Perahu Kertas, Tiba-Tiba Cinta Datang, dan Tahu Diri.

    Sejak kecil Maudy Ayunda juga sudah berperan di berbagai film, seperti Untuk Rena, Sang Pemimpi, Rumah Tanpa Jendela, Tendangan Dari Langit, dan Malaikat Tanpa Sayap.

    Secara khusus Maudy Ayunda menuliskan pengalamannya tentang perannya di film Untuk Rena. “Looking back, aku merasa beruntung banget bisa membuka mataku ke banyak experience, at such a young age. I think it shaped me into the open-minded person I am now,” ujarnya.

    Film lain yang juga mendulang namanya antara lain Perahu Kertas, Refrain, Battle of Surabaya, Rudy Habibie, dan Trinity The Nekad Traveler.

    HALIDA BUNGA FISANDRA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.