Hamil, Aura Kasih Lebih Sensitif dan Cepat Tersinggung

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aura Kasih -  Eryck Amaral. (Instagram-@aurakasih)

    Aura Kasih - Eryck Amaral. (Instagram-@aurakasih)

    TEMPO.CO, Jakarta - Aura Kasih (31) menikah dengan Eryck Amaral (23) di Bangkok, Thailand, September 2018 lalu. Kini, pelantun lagu “Mari Bercinta” ini hamil 4 bulan. 

    Baca: Aura Kasih Buka Suara soal Video Bareng Ariel Noah 2010 Silam

    Kehamilan rupanya mempengaruhi hormon Aura Kasih. Ia mengaku lebih sensitif sehingga mudah sedih dan tersinggung. "Kalau ada orang bercerita tentang hal menyedihkan, saya langsung menangis,” kata Aura Kasih usai memperkenalkan film terbaru, The Sacred Riana: Beginning, di Jakarta, pekan lalu.

    Tapi, hal yang ia syukuri, sejak berbadan dua, Eryck Amaral menjadi suami siaga. “Karena saya sedang hamil, suami berusaha untuk menjaga. Dia lebih protektif. Kalau sedang libur kerja, Eryck memilih tinggal di rumah, memasak buat saya. Dia berpesan kepada saya, 'Jangan makan di luar. Di rumah saja,'” Aura berbagi cerita.

    Perhatian suami membuatnya berbunga-bunga. Saat bangun, Aura kerap mendapati Eryck berada di dapur, menyiapkan sarapan untuknya. Biasanya, Aura yang memanjakan suami. Kini sebaliknya. Selama hamil, bintang film Asmara Dua Diana menjaga kesehatan janin dengan periksa ke dokter setiap bulan. Beberapa minggu lalu, Aura dan Eryck mengecek kromosom janin mereka.

    “Ibu hamil wajib memeriksa kromosom ketika usia kehamilan di atas 2 bulan, untuk memastikan kromosom janin baik-baik saja. Kalau terganggu, bisa-bisa saat lahir si kecil mengidap beberapa penyakit, salah satunya sindrom Down,” Aura menjelaskan.

    Beruntung, kromosom janinnya baik-baik saja. Aura yang sudah mengetahui jenis kelamin janinnya tetap beraktivitas. “Buktinya meski hamil saya masih memakai sepatu hak tinggi. Saya memilih sepatu hak tinggi yang tidak membuat kaki cepat pegal,” ia menyambung.

    Baca: Aura Kasih Bahagia Jadi Bumil yang Beruntung

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.