Mi Ayam jadi Makanan Favorit Ussy Sulistiawaty, Tilik Ceritanya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ussy Sulistiawaty. Tabloidbintang.com

    Ussy Sulistiawaty. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Selebriti Ussy Sulistiawaty baru saja membuka bisnis kuliner baru, restoran Yummieeh Ussy. Bisnis terbarunya itu mengutamakan mi ayam sebagai menu andalan. Ussy, sebelumnya sudah memiliki dua bisnis kuliner, yaitu Lurik Coffee & Kitchen dan Bakoel Ussy.

    Baca: Sibuk Bisnis Kuliner, Bagaimana Ussy Sulistiawaty Usir Penat?

    Keinginan Ussy agar mi ayam menjadi menu unggulan karena dipengaruhi oleh seleranya. "Saking aku suka mi ayam kalau di jalan ada gerobak mi ayam yang kelihatan enak, aku bisa berhenti untuk makan," kata Ussy saat peresmian restoran Yummieeh Ussy di Jakarta Selatan, Jumat, 1 Maret 2019.

    Nama Yummieeh Ussy diambil dari perpaduan yummy atau lezat, dan mi. "Ada hubungannya dengan mi dan Ussy," ucapnya.

    Saat mulai mengonsep menu dan variasi rasa, Ussy memadukan karakter mi ayam khas Nusantara dan Cina. Untuk memulai bisnis kuliner Yummieeh Ussy cenderung dalam waktu yang cepat.

    "Satu bulan aku punya rencana bikin mi. Kebetulan dapat tempat yang bagus banget," tuturnya.

    Menurut Ussy, sudah banyak pengalaman dirinya mencicipi bermacam-macam mi ayam. Maka ia pun perlu membuat terobosan resep untuk membuat mi yang ia jual agar memiliki tekstur yang lebih nikmat.

    "Adonan minya pakai telur bebek," katanya.

    Selama satu bulan sebelum berbisnis mi ayam, ia terus bereksperimen untuk menemukan rasa yang tepat sebagai menu. Ia pun enggan produk kulinernya menggunakan penyedap rasa buatan. "Lebih baik boros bumbu (alami) untuk penyedap, daripada pakai MSG," tuturnya.

    Baca: Mie Ayam Kecombrang, Kuliner Unggulan Resto Ussy Sulistiawaty


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.