Addie MS Puji Suara Lea Simanjuntak di Java Jazz

Reporter:
Editor:

Yos Rizal

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampilan Lea Simanjutak bersama Addie MS dan Twilite Orchestra performing Gershwin dalam panggung Java Jazz Festival 2019 di Jakarta, Jumat, 1 Maret 2019. TEMPO/Nurdiansah

    Penampilan Lea Simanjutak bersama Addie MS dan Twilite Orchestra performing Gershwin dalam panggung Java Jazz Festival 2019 di Jakarta, Jumat, 1 Maret 2019. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin Twilite Orchestra, Addie MS mengatakan performanya bersama Lea Simanjuntak di BNI Java Jazz Festival 2019 di hari pertama berlangsung lancar. Ia bahkan merasa dimudahkan oleh penampilan Lea yang begitu mengagumkan di atas panggung.

    Baca juga: H.E.R dan Bob James Tampil Malam Ini di Java Jazz Festival 

    "Aku menikmati suara Lea," kata Addie, Jumat, 1 Oktobe. "Kalau yang menyanyi di konser bersuara bagus, kita gak berasa kerja."

    Addie bersama Lea, juga Bob James, membawakan lagu-lagu karya Gershwin. Alunan piano Bob James menyihir para penonton. Dia mendapatkan tepuk tangan yang meriah.

    Addie berujar, jika bukan dikarenakan dedikasi Bob terhadap musik jazz, Bob tidak mungkin tampil di Java Jazz. "Beliau pemusik yang begitu berdedikasi," ucap Addie.

    Dari beberapa lagu yang dibawakan, Addie sangat menggemari lagu "I Love You Porgy". Menurut Lea, di antara lagu lainnya, Porgy merupakan lagu yang paling sulit.

    Walaupun sulit, Lea berhasil membawakan lagu tersebut dengan sempurna. Dibalut gaun berwarna keemasan, penyanyi berdarah Batak ini memukau panggung Java Jazz 2019.

    Artikel lain: Kolaborasi Antar-Pemusik Ini Layak Ditunggu di Java Jazz 

    Di akhir penampilannya, Lea baru pertama kali membawakan karya-karya Gershwin menyanyikan lagu "Just Another Rumba". Lagu tersebut begitu dinamis, hingga dia mengajak penonton juga turut berdansa.

    FOTO: Penampilan Para Musisi di Java Jazz Festival


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.