Mendekati Java Jazz 2019, Cek Harga Tiketnya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Java Jazz Festival 2019. Instagram

    Java Jazz Festival 2019. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Perhelatan tahunan Jakarta International Java Jazz Festival 2019 akan segera digelar pada Jumat - Minggu, 1- 3 Maret 2019 di JIExpoKemayoran, Jakarta.

    Baca: Java Jazz Segera Digelar, Intip Deretan Musisi yang Akan Tampil

    Festival musik yang dirintis oleh PT Java Festival Production sejak 2005 ini kini memasuki tahun yang ke-15 dengan mengusung tema Music Unites Us All. Tema ini sebagai representasi ragam musisi dan penyanyi Indonesia dan Internasional yang akan meramaikan panggung JJF 2019.

    Tiket masuk festival untuk special show, daily pass, dan 3 day pass telah dijual melalui situs resmi JJF 2019 sejak akhir 2018 lalu. Meski sudah mendekati hari penyelenggaraan, tiket masih bisa dipesan melalui situs resmi JJF 2019 dengan susunan harga berikut ini. 

    • Special Show: H.E.R | Jumat, 1 Maret 2019 : Rp 250.000
    • Special Show: Raveena | Sabtu, 2 Maret 2019 : Rp 200.000
    • Special Show: TOTO | Minggu, 3 Maret 2019 : Rp 510.000
    • 3 Day Pass   : Rp 1.950.000
    • Daily Pass Jumat , 1 Maret 2019  : Rp 900.000
    • Daily Pass Sabtu, 2 Maret 2019   : Rp 900.000
    • Daily Pass Minggu, 3 Maret 2019 : Rp 900.000

    Untuk menyaksikan special show, pembeli tiket harus membeli tiket special show yang disertai dengan pembelian daily pass atau 3 day pass.

    Pembelian tiket dapat dilakukan melalui situs resmi JJF 2019 dengan membuat akun terlebih dahulu. Masing-masing akun hanya dapat membeli maksimal 4 tiket, dan total pembayarannya sudah termasuk pajak dan layanan.

    Baca: Java Jazz 2019 Diramaikan Grup Band Toto dan Raveena

    HALIDA BUNGA FISANDRA | JAVA JAZZ FESTIVAL


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.