Juru Bicara Sebut Vonis Ahmad Dhani Peradilan Sesat

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Musikus sekaligus aktivis Ahmad Dhani tampak berada di tengah petugas berbaju biru pada Senin, 28 Januari 2019. Ia dijatuhi hukuman kurungan seusai hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 1,5 tahun penjara. Foto: Istimewa

    Musikus sekaligus aktivis Ahmad Dhani tampak berada di tengah petugas berbaju biru pada Senin, 28 Januari 2019. Ia dijatuhi hukuman kurungan seusai hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 1,5 tahun penjara. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, JakartaAhmad Dhani divonis 1,5 tahun penjara terkait kasus ujaran kebencian oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Keluarga Ahmad Dhani tidak terima atas vonis tersebut. 

    "Kasus Ahmad Dhani ini termasuk peradilan sesat. Kenapa, karena Ahmad Dhani cuitannya tidak menyebutkan nama tapi diputus 1,5 tahun dan dia menjalankan," kata Lieus Sungkharisma selaku juru bicara keluarga Ahmad Dhani di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Senin, 11 Februari 2019.

    Keluarga Ahmad Dhani juga mempertanyakan penahanan musisi pentolan Dewa 19 itu. Karena penahanannya katanya cuma 30 hari. Dan hal itu juga yang dikeluhkan Ahmad Dhani.

    Baca: Ditahan di Lapas Medaeng, Ahmad Dhani Dikabarkan Sakit

    "Kenapa saya cuma ditahan 30 hari padahal vonis 1,5 tahun. Dia kan banding belum inkrah jangan ditahan dulu donk. Buni Yani juga begitu. Tapi begitu kalah di Mahkamah Agung langsung dieksekusi. Ada kesombongan arogansi kekuasaan. Kalau ini terjadi pada Ahmad Dhani, besok kita juga bisa kena," tutur Lieus Sungkharisma.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.