Ernest Prakasa Rayakan Imlek 2019 dengan Menu Masakan Sunda

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komika sekaligus Sutradara dan pemeran dalam film Cek Toko Sebelah Ernest Prakasa saat ditemui usai peluncuran Cek Toko Sebelah The Series di kawsan Kuningan, Jakarta, Selasa, 18 Desember 2018. Serial ini dibintangi oleh Ernest Prakasa, Chew Kin Wah, Dodit Mulyanto, Arafah Rianti, Dion Wiyoko, Gisella Anastasia serta Adinia Wirasti.TEMPO/Nurdiansah

    Komika sekaligus Sutradara dan pemeran dalam film Cek Toko Sebelah Ernest Prakasa saat ditemui usai peluncuran Cek Toko Sebelah The Series di kawsan Kuningan, Jakarta, Selasa, 18 Desember 2018. Serial ini dibintangi oleh Ernest Prakasa, Chew Kin Wah, Dodit Mulyanto, Arafah Rianti, Dion Wiyoko, Gisella Anastasia serta Adinia Wirasti.TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat kumpul keluarga merayakan tahun baru Imlek, Ernest Prakasa memilih menu makanan Sunda. Memilih masakan Sunda bukan berarti melupakan menu yang wajib ada kala Imlek, seperti kue keranjang, jeruk, dan mi. 

    Kue keranjang pasti ada di meja makan. Kue berbentuk bulat yang terbuat dari tepung ketan dan gula ini bertekstur lembut sekaligus lengket. Bentuknya dan teksturnya simbol harapan agar keluarga yang mengonsumsi senantiasa utuh dan rukun.

    "Selain kue keranjang, buah jeruk juga pasti ada. Mencari buah jeruk, kan relatif mudah. Jadi enggak ada alasan enggak menghidangkan jeruk," imbuh Ernest Prakasa. Jeruk diyakini sebagai buah pembawa rezeki. Pigmen oranye pada kulit jeruk melambangkan emas, simbol uang dan kekayaan. Sementara mi yang panjang mewakili harapan agar rezeki memanjang sepanjang hayat.

    Baca: Ernest Prakasa Sebut Karier BTP di Dunia Hiburan Bakal Cerah

    Ernest Prakasa mengingatkan, rezeki, keberuntungan, dan kekayaan datang dari doa serta usaha. Usaha yang dimaksud merujuk pada kerja keras.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.