Pro-Kontra RUU Permusikan, Giring Nidji Singgung Pasal Karet

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Giring Ganesha Djumaryo atau Giring Nidji bersama sang istri Cynthia Riza di Jakarta, 8 September 2017. TEMPO/Ammy Hetharia

    Giring Ganesha Djumaryo atau Giring Nidji bersama sang istri Cynthia Riza di Jakarta, 8 September 2017. TEMPO/Ammy Hetharia

    TEMPO.CO, Bandung -Vokalis band Nidji yang bakal lengser, Giring Ganesha menilai isi Rancangan Undang-Undang atau RUU Permusikan kacau. "Saya langsung to the point aja bahwa RUU itu disusun oleh orang-orang yang tidak mengerti musik," kata Giring Nidji di Bandung, Jumat, 1 Februari 2019.

    Contoh mudahnya, kata calon legislator DPR RI itu, adalah soal aturan
    uji kompetensi bagi musikus. "Harus bisa baca not dan lain-lain, sudah pasti
    saya nggak bakal masuk uji komptensi itu," ujarnya.

    Giring mengatakan beberapa musikus ternama juga yang bakatnya menciptakan lagu, memakai cara sederhana untuk berkarya. Misalnya, kata Giring, merekam melodi lagu lalu menyerahkannya ke orang lain untuk digubah. "Uji kompetensi musik itu nggak perlu," tandasnya.

    Giring menyarankan agar RUU Permusikan dikoreksi. Isinya dinilai memerlukan kekompakan dari ekosistem musik yang selama ini
    punya andil. "Pada RUU ini kami seperti tidak ada andilnya," kata Giring.Caleg PSI, Giring Ganesha ikut mendatangi Kantor KPU dalam rangka pendaftaran partai PSI di Gedung KPU, Jakarta, 10 Oktober 2017. Vokalis Band Nidji ini telah menyatakan akan maju dalam pemilihan Caleg. Tempo/Ilham Fikri

    Menurutnya, yang perlu juga diatur dalam RUU Permusikan seperti hubungan artis dengan manajemen, label, promotor, serta para pihak itu dengan para vendor atau penyokongnya. "Yang berhubungan dengan kebebasan berekspresi,
    jangan diatur menurut saya."

    Ia pun menyebut ada potensi bahaya pasal karet pada RUU itu, seperti terkait dengan karya yang dianggap provokatif atau menyinggung pihak lain. "Saya takut
    RUU ini jadi represif, jadi pasal karet. Saya setuju untuk dikoreksi dan mengajak semua musisi," kata Giring.

    Baca: Armand Maulana Komentari Minimnya Sosialisasi RUU Permusikan

    Sebelumnya diberitakan, RUU Permusikan menimbulkan reaksi negatif di kalangan musisi. Beberapa musisi seperti Glenn Fredly, Tompi, Cholil Mahmud, Andien dll menyambangi DPR dan diterima ketuanya Bambang Soesatyo serta anggota komisi lain seperti Anang Hermansyah. Intinya mereka menilai RUU Permusikan merugikan musisi.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.