Nella Kharisma Tak Akan Pilih-Pilih Job Selama Masa Kampanye

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi dangdut Nella Kharisma blusukan di Yogya untuk membeli kain kiloan Jumat 1 Februari 2019. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Penyanyi dangdut Nella Kharisma blusukan di Yogya untuk membeli kain kiloan Jumat 1 Februari 2019. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Penyanyi dangdut asal Jawa Timur, Nella Kharisma, menuturkan tak akan pilih-pilih job jika ada tawaran manggung selama masa kampanye pemilu 2019.

    Apakah tawaran job itu akan datang dari kubu calon presiden – wakil presiden nomor urut 01 atau 02, Nella mengaku tak akan membedakannya. “Ya untuk dua kubu (diterima jobnya), biar adil,” ujar Nella ditemui di sela belanja kain di Yogyakarta Jumat 1 Februari 2019.

    Nella sendiri masih enggan membicarakan soal tawaran job manggung untuknya selama masa kampanye itu. Ia menyerahkan semua pengaturan waktunya kepada manajernya.

    Dari informasi dari sang manajer, Arul, Nella Kharisma selama masa kampanye terbuka nanti memang akan menghadiri sejumlah tawaran panggung. Yang berlangsung di wilayah Jawa dan Kalimantan selama akhir Maret dan awal April mendatang.

    “Sampai sekarang ada tiga tawaran job, yang lainnya masih kami negosiasikan satu persatu sesuai waktunya,” ujar Arul yang tak menyebut dari kubu capres mana tawaran job itu datang.

    Baca: Nella Kharisma Sesuaikan Penampilan Panggung Berdasarkan Permintaan

    Nella sendiri mengakui saat ini ia masih konsen untuk menghadiri tawaran manggung di berbagai kota yang tak ada kaitannya dengan pemilu. “Saya juga masih siapkan beberapa cover lagu, juga masih banyak undangan yang harus dihadiri, jadi jangan ngomongin soal pemilu dulu deh,” ujar Nella Kharisma.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.