Mengenang Perjalanan Karier Musik James Ingram, Peraih Dua Grammy

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi kawakan James Ingram menghibur para penggemarnya dalam konser Julio Iglesias with Special Guest Star James Ingram di Assembly Hall JCC, Jakarta, (3/12). James Ingram menyanyikan

    Penyanyi kawakan James Ingram menghibur para penggemarnya dalam konser Julio Iglesias with Special Guest Star James Ingram di Assembly Hall JCC, Jakarta, (3/12). James Ingram menyanyikan "Somewhere Out There" berduet bersama Sherina Munaf. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar meninggalnya musikus James Ingram, 29 Januari 2019 menghadirkan duka bagi sejumlah musikus dunia. Legenda RnB dan pop soul era 80 dan 90-an ini meninggalkan banyak jejak lewat karya-karyanya. Just Once, salah satu karya emas James Ingram yang digarap bersama produser Quincy Jones. James ingram dikabarkan meninggal karena sakit kanker otak.

    Ingram, lahir di Ohio, 16 Februari 1952 dan memulai karier bermusiknya pada 1973, Sembilan tahun sebelum meraih Grammy Awards pertamanya lewat lagu One Hundred Ways, Ingram diganjar penghargaan Best Male R&B Vocal Performance. Sedangkan Grammy keduanya ia peroleh tiga tahun kemudian untuk kategori Best R&B Performance by a Duo or Group with Vocals untuk lagu Yah Mo B There yang ia bawakan bersama Michael McDonald. Sepanjang sejarah Grammy, Ingram telah dinomonasikan sebanyak 14 kali.

    Ingram tertarik pada musik sejak usia dini dan menjadi musikus secara autodidak. Salah satu sosok yang menginspirasinya bermusik Jimmy Smith.

    Awal 70-an Ingram bergabung dengan sebuah band bernama Revelation Funk. Saat usianya menginjak 17 tahun, Ingram bersama bandnya melakukan perjalanan ke Los Angeles, California. Bersama band ini, Ingram sempat melakukan rekaman lagu Time is on Our Side untuk soundtrack film Dolemite. Rupanya band ini tak bertahan lama. Setelah bubar, beberapa personelnya kembali ke Ohio. Sedangkan Ingram bertahan dan mulai bermain musik di sekitar Los Angeles. Ia mulai berkarier sebagai penyanyi cadangan dan bermain keyboard untuk Ray Charles. Masuk ke pertengahan 1970-an, Ingram mulai bekerja sebagai sutradara musikus Leon Haywood.

    Perlahan karier Ingram makin terbentuk. Sosoknya mulai dikenal. Beberapa tawaran untuk menyumbangkan vokal pun datang kepadanya. Saat menyodorkan demo Just Once kepada Quincy Jones, produser tersebut pun segera menawarkan Ingram kesempatan merekam ulang dan memasukkan lagu tersebut dalam album The Dude.Lagu itu pun jadi hits pertamanya.

    Ingram pun berkolaborasi dengan banyak musikus seperti Ray Charles, Michael McDonald, Patti Austin, Anita Baker, Nancy Wilson dan Kenny Rogers. Ingram pun turut bergabung dengan kelompok besar artis populer lainnya dalam rekaman 1985 "We are the World," pada tahun yang sama ketika ia dianugerahi Penghargaan Grammy  atas duetnya bersama Michael McDonald lewat Yah Mo B There.

    Setahun berikutnya, pada 1986 Ingram merilis album kedua, Never Felt So Good yang diriAlways" dan "Never Felt So Good." Tahun 1987 Ingram berduet dengan Linda Ronstadt membawakan Somewhere Out There yang juga menjadi hit.

    Banyak prestasi yang telah dicapai Ingram selain mengantongi dua Grammy. Ada sekitar delapan dari  singlenya yang menjadi hits Top 40 di chart Billboard Hot 100 di Amerika sepanjang awal 1980 hingga 1990-an.

    Baca: James Ingram Meninggal Karena Kanker Otak Kenali Gejalanya

    Lagu duetnya bersama Patty Austin, Baby, Come to Me sempat menduduki puncak tangga lagu pop AS pada 1983. Di tahun 1990 lagu I don’t Have a Heart duduki puncak kedua di jajaran tangga lagu tersebut. Sepanjang kariernya ini, James Ingram telah merilis total lima album studio dan dua album kompilasi. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.