Ulang Tahun 90 Tahun, Rose Pandanwangi Gelar Konser Besok

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kisah Rose-Sudjojono

    Kisah Rose-Sudjojono

    TEMPO.CO, Jakarta - Rose Pandanwangi, bintang Radio era 1950-1960-an, akan unjuk suara dalam sebuah konser bertajuk Kisah Mawar 90 Tahun Rose Pandanwangi untuk Seriosa & Keroncong. Konser ini akan berlangsung di Ciputra Artpeneur Theater pada Ahad, 27 Januari 2019.

    “Ini melaksanakan keinginan mama, ibu Rose untuk tribute kepada musik asli Indonesia, beliau ingin obor ini diteruskan kepada generasi muda,”ujar Maya Pandanwangi, Direktur S. Sudjojono Centre di Ciputra Artpreneur, Kamis, 24 Januari 2019.

    Menurut Maya, dalam konser ini nanti tidak melulu menampilkan nyanyian tetapi juga bincang musik dua generasi yang menghadirkan pembicara Sharifah Faizah Syed Mohammed,pengajar di Universiti Teknologi MARA Malaysia; Ananda Sukarlan-komponis dan pianis; Imam D Kamus (Akademisi dan Pendiri Sarekat Krontjong dan Dawi Nusantara; Ninok Leksono, Rose Pandanwangi dan Ervina Simarmata.

    Rose juga akan tampil menyanyikan dua lagu. Selain itu juga tampil penyanyi Soendari Soekotjo, dua penyanyi muda keroncong Intan Soekotjo, pegiat Yayasan Keroncong Indonesia untuk anak-anak muda dan Ervina Simarmata dengan lagu-lagu keroncong yang dielaborasi lebih kekinian untuk menggaet anak-anak muda. Penampilan mereka akan diiringi oleh musik keroncong Sekar Pertiwi yang merupakan para pemusik muda pimpinan Iswandaru.

    Maya juga menjelaskan akan tampil pula sastrawan kondang Sapardi Djoko Damono yang akan membawakan puisi karya S. Sudjojono yang akan diiringi oleh pianis dan komponis, Ananda Sukarlan. Ananda sendiri juga akan menampilkan lagu dari karya S. Sudjojono itu dan dinyanyikan oleh Nikodemus Lukas.

    Sementara itu Ninok Leksono, jurnalis senior menjelaskan keberadaan Rose Pandanwangi dalam kancah musik seriosa dan keroncong Indonesia. “Ibu Rose ini adalah legenda hidup dengan genre khusus. Genre musik ini dulu mulai masuk di RRI pada 1950-an, dan saat itu digandrungi masyarakat,” ujar Ninok.

    Pada mulanya genre musik ini dikenal pada 1950-an dan dirajai oleh penyanyi Norma Sanger. Hingga kemudian muncul Rose Pandanwangi pada 1954 ketika menjadi juara II Bintang Radio Republik Indonesia dan dia menjadi juara nasional pada 1959. Sejak itu nama Rose terus dikenal hingga 1970-an. Hingga kemudian muncul generasi berikutnya. Rose juga sempat merekam suaranya di piringan hitam di Lokananta dan di Belanda. Hal ini menunjukkan kapasitas Rose sebagai penyanyi seriosa dan keroncong yang diperhitungkan.

    Baca: Tulus Siap Gelar Konser di Tahun 2019 

    Presiden Direktur Ciputra Artpreneur Rina Ciputra menghadirkan konser ini karena ikatan seni yang sudah terjalin sejak lama. Keluarganya sudah mengenal dekat dengan keluarga S.Sudjojono. Sekaligus juga ingin menghadirkan pertunjukan yang bernilai. “Kami juga menghargai dan mendukung kelanjutan musik seriosa dan keroncong.”

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?