Tolak Golput, Sejumlah Tokoh Muda Suarakan 100%IN

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chitra Scholastika. TEMPO/Seto Wardhana

    Chitra Scholastika. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Momen pesta demokrasi lima tahun sekali, tidak pernah luput dari fenomena golongan putih atau golput. Pada Pemilihan Umum 2014 lalu, setidaknya tercatat ada 24,89 persen suara golput.

    We The Youth, sebuah komunitas muda menggagas kampanye untuk membangkitkan kepedulian terhadap masa depan bangsa bertajuk “100%IN (seratus persen Indonesia nyoblos). Kampanye ini bertujuan mendorong pemilih muda Indonesia untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019, pada 17 April mendatang. 

    “Melalui kampanye 100%IN, diharapkan Pemilihan 17 April 2019 dapat menjadi sebuah tren di kalangan anak muda dan mereka merasa menjadi bagian dari acara tersebut," ungkap Widy selaku Executive Director We The Youth berdasarkan keterangan pers yang diterima Tempo.co, Rabu 23 Januari 2019.

    Kampanyr ini menurut Widy bertujuan agar anak muda akhirnya memutuskan memilih orang yang dapat mewakili atau menampung kepentingan anak muda di Pemerintah. "We The Youth juga ingin mengajak anak muda untuk berhenti menjadi golput. Sebab, suara kita itu penting untuk menentukan masa depan Indonesia," tambahnya.

    Salah satu selebritas tanah air, Citra Scholastika mengungkapkan kesadaran akan pentingnya satu suara yang diberikan pemilih. Menurutnya satu suara seseorang sama kuat pengaruhnya berikut dengan jutaan suara lainnya. "Apalagi kita yang muda, yang menentukan kemana arah negara nanti. Maka dari itu saya juga ingin supaya teman-teman muda lain ikut berkontribusi membangun negeri dengan memilih pemimpin selanjutnya.”

    Data dari media online menyebutkan Indonesia akan memiliki bonus demografi kondisi akan hadir dominasi kelompok usia produktif yaitu rasio ketergantungan terendah 44 persen yang akan menjadi mesin pendorong pertumbuhan ekonomi.

    Generasi ini digadang akan menentukan arah kemajuan negara kelak yang prosesnya harus dimulai dari sekarang. Sedangkan angka 24,89 persen tentu dianggap masih sangat besar sebagai jumlah golput di Indonesia. Belum lagi, KPU mendata ada sekitar 40 persen tambahan suara dari para pemilih baru yang mana diharapkan tidak akan menambah jumlah persen dari total golput sebelumnya.

    Kampanye 100%IN akan digaungkan dari bulan Januari hingga April di berbagai kota, di antaranya Bandung, Solo, dan Yogya. Serangkaian acara 100%IN di kota-kota adalah hasil kolaborasi dengan komunitas-komunitas lokal setempat misalnya BBQ Ride yang diselenggarakan oleh Picker Store, sebuah komunitas motor Bandung, konser musik gabungan di Yogyakarta oleh Gayam 16 dan juga acara musik metal di Solo yang diorganisir oleh Down For Life serta Muara Management.

    Selain itu akan ada PESTA DEMOKREASI yang digelar pada 6 April 2019. Acara ini merupakan bentuk ekspresi nyata melalui karya dan kolaborasi muda Indonesia untuk menyuarakan pilihan dan berpartisipasi dalam memperjuangkan demokrasi. Puncak kampanye 100%IN sendiri akan berakhir tepat saat penyelenggaraan PEMILU 2019 yaitu pada 17 April 2019. Setidaknya tercatat ada sekitar 20 tokoh muda yang bakal terlibat dalam aksi ini di antaranya:

    1.     Mahfud MD
    2.     Najwa Shihab
    3.     Citra Scholastika
    4.     Bingky
    5.     Reza Rahadian
    6.     Coki Pardede dan Tretan Muslim
    7.     Stella Cornelia
    8.     Rani Ramadhany
    9.     Surya Sahetapy
    10.  Gloria Jessica
    11.  Patricia Ranieta
    12.  Ratna Setya
    13.  Ivan Kabul
    14.  Daniel Shepherd
    15.  Melody Amadeas
    16.  Aaron Daffa
    17.  Akbarry Noor
    18.  Andira Utami
    19.  Ronal Regan
    20.  Cania Citta Irlanie
    21.  Marco Randy Parama Noya

    Baca: LBH Jakarta Prediksi Golput akan Meningkat di Pilpres 2019 

    Selain para tokoh aktivitas ini juga melibatkan berbagai kolaborator seperti Prambors, IDNtimes, Aliansi 88, Gardu House, Sajak Liar, Tempo Institute dan Tokome.id. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.