Addie MS Pimpin Iringan Lagu di Deklarasi Alumni UI untuk Jokowi

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi menghadiri acara deklarasi dukungan Alumni Universitas Indonesia (UI) untuk Jokowi-Amin di Kompleks Gelora Bung Karno pada sore ini, Sabtu, 12 Januari 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    Calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi menghadiri acara deklarasi dukungan Alumni Universitas Indonesia (UI) untuk Jokowi-Amin di Kompleks Gelora Bung Karno pada sore ini, Sabtu, 12 Januari 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Musikus Adi MS memimpin panduan suara deklarasi Jokowi-Amin di Pintu Tenggara Glora Bung Karno Jakarta. "Sesuai agenda, Pak Jokowi akan datang tepat pukul 16.00, sebelumnya kita latihan dulu ya," ujar dia dari atas panggung deklarasi, Sabtu, 12 Januari 2019.

    Ada beberapa lagu yang akan dinyanyikan bersama saat Joko Widodo atau Jokowi datang di atas panggung. Lagu-lagu tersebut antara lain Indonesia Raya, Mars Pancasila, Rayuan Pulau Kelapa, Bangun Pemudi Pemuda, dan Berkibarlah Benderaku.

    Dalam delarasi kali ini, Adie MS tidak membawa orkestranya untuk mengiringi lagu di sini. Musik berasal dari rekaman, Adie hanya menjadi dirijen lagu-lagu kebangsaan di atas panggung.

    Acara ini merupakan deklarasi dukungan terhadap pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, yang diselenggarakan oleh para Alumnus Universitas Indonesia. Selain alumni UI, terdapat alumni dari beberapa universitas negeri lainnya seperti ITS, IPB, UGM, dan lainnya.

    Baca:Di Istana Presiden, Agnez Mo Minta Dukungan Jokowi

    Ratusan orang sejak pukul 13.00 sudah memadati Plaza Tenggara Glora Bung Karno. Mereka mengenakan kaus berbagai warna dengan foto Jokowi-Amin. Para pendukung tersebut juga menyanyikan yel-yel dukungan, sambil menunggu kedatangan Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.