Pengacara Vanessa Angel Bantah Gelar Konferensi Pers Tanpa Izin

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tak lama Vanessa Angel terciduk polisi terkait prostitusi online, heboh pula foto sang artis tanpa busana. TABLOIDBINTANG.COM

    Tak lama Vanessa Angel terciduk polisi terkait prostitusi online, heboh pula foto sang artis tanpa busana. TABLOIDBINTANG.COM

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Muhammad Zakir Rasyidin menyatakan mundur dari penanganan kasus dugaan prostitusi online yang menyeret Vanessa Angel. Keputusan tersebut dia ambil pada Selasa petang, 8 Januari 2019.

    Sempat beredar kabar bahwa Zakir bukan mengundurkan diri melainkan diberhentikan. Kabar tersebut diperkuat oleh beredarnya salinan Surat Pencabutan Kuasa yang ditandatangani Vanessa Angel.

    Terkait hal ini, Zakir memberi penjelasan. "Yang meminta untuk dibuatkan Surat Pencabutan Kuasa adalah saya sendiri, agar supaya saya bersih dari ikatan hukum terhadap pembelaan kasus ini," ungkapnya melalui Instagram, Rabu, 9 Januari 2019.

    Simak VideoDwi Andhika soal Penangkapan Vanessa Angel: di Luar Nalar 

    Zakir meminta manajemen Vanessa Angel untuk mengirim Surat Pencabutan Kuasa ke kantornya. Namun ia terkejut ketika mengetahui surat tersebut beredar di akun-akun gosip Instagram, dengan dibubuhi keterangan yang menurutnya tidak sesuai fakta.

    "Saya berharap manajer tidak membuat cerita yang tidak berdasarkan fakta. Karena profesi advokat adalah profesi yang diatur dalam undang-undang, tentu ada konsekwensi hukum jika ada cerita itu dibuat tanpa berdasarkan fakta," lanjutnya.

    Baca: Manajer Vanessa Angel Minta Jane Shalimar Batasi Diri

    Terkait pernyataan manajer Vanessa Angel yang menyebut pihaknya menggelar jumpa pers tanpa izin, Zakir melontarkan bantahan. Zakir mengaku sudah berbicara langsung dengan Vanessa Angel sebelum mengundang awak media. "Perlu manajer ketahui bahwa mobil yang ditumpangi VA di bandara Halim adalah mobil saya, dan di dalam mobil itu ada saya. Tentu di dalam mobil itu ada perbincangan soal konferensi pers untuk meluruskan berita berita yang menurut VA perlu diluruskan," bebernya.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.