Film Cinta Hitam-Putih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Pada Mei, ketika para mahasiswa sudah mulai libur, Victor (Barbet Schroeder) dan kawannya berburu gadis. Menyusuri Kota Paris era 1962, pria bersetelan jas itu tengah mencari Sylvie (Michle Girardon) yang pernah ditemuinya beberapa waktu lalu. Kala itu Sylvie menolak diajak kencan. "Tiga hari dalam seminggu ini tidak ada tanda darinya," ujarnya putus asa. Mungkin saja Sylvie sudah pergi atau malah menikah dengan orang lain. Film berjudul The Bakery Girl of Monceau ini merupakan salah satu dari deretan film karya Eric Rohmer yang diputar di Teater Utan Kayu, Jakarta Timur. Pemutaran film-film yang masih hitam-putih ini berlangsung pada 22-24 Januari 2008. Jadwal pemutarannya tiap pukul 17.00 dan 19.00 WIB. Enam film yang diberi tajuk Six Contes Moraux (Six Moral Tales) ini merupakan film-film Rohmer yang menilik dunia kejiwaan tokoh-tokohnya secara mendalam dan intens. Nama Eric Rohmer barangkali yang paling sedikit dikenal di antara angkatan Nouvelle Vague (New Wave) lainnya, seperti Franois Truffaut, Jean-Luc Godard, dan Jacques Rivette. Pria yang mengawali kariernya sebagai sastrawan ini banyak menggunakan kekuatan dialog ataupun monolog interior untuk menguak karakter dan drama yang mengikutinya. Didukung sinematografi yang kuat dari Nestor Almendros, Six Moral Tales adalah serangkaian ide sekaligus studi karakter yang tak lekang oleh waktu. Pada sesi terakhir akan diputar sebuah rekaman perbincangan antara Eric Rohmer dan Barbet Schroeder--sutradara ternama, yang juga sering menjadi produser film-film Rohmer--tentang segi-segi artistik dan filosofi Six Moral Tales. Film bertema kehidupan remaja dan cinta di sekitarnya masih menjadi ide dalam filmnya yang berjudul Suzanne's Career. Film yang digarap pada 1963 itu mengangkat kisah cinta Suzzanne dan Guillaume. Film berbahasa Prancis dengan teks Inggris ini menggambarkan situasi pergaulan remaja pada 1960-an. Gaun-gaun dan tatanan rambut mirip gaya remaja kini yang berkiblat ke fashion pada 1970-an. Dalam film ini diceritakan betapa Guillaume mencintai Suzanne hanya karena harta. "Lihat saja, Suzanne dibuat bangkrut," ujar Sophie ketika berbincang dengan Bertrand, yang merupakan sahabat Guillaume. Guillaume, yang terlihat sudah bosan dengan Suzanne, memberikan gadisnya kepada Bertrand. "Tidak, aku tidak mencintainya," ujar Bertrand. Sebuah konflik terjadi ketika Suzanne kehabisan uang dan akhirnya menginap di kamar Bertrand. Paginya, sahabat Guillaume itu tergesa-gesa untuk mengikuti ujian di tempat kuliahnya dan meninggalkan Suzanne sendiri di kamar. Betapa kagetnya ia mendapati kamar yang kosong dan uang yang ia simpan di dalam buku tebal telah hilang. l AGUSLIA HIDAYAH

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.