Garap Film Lagi Lagi Ateng, Monty Tiwa Hadapi Beberapa Kendala

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komika Soleh Solihun saat ditemui dalam pemutaran perdana film Lagi Lagi Ateng di Epicentrum XXI Cinema, Jakarta, 07 Januari 2019. Film Lagi Lagi Ateng merupakan saduran pelawak legendaris era 70an Ateng dan Iskak yang digarap sutradara Monty Tiwa. TEMPO/Nurdiansah

    Komika Soleh Solihun saat ditemui dalam pemutaran perdana film Lagi Lagi Ateng di Epicentrum XXI Cinema, Jakarta, 07 Januari 2019. Film Lagi Lagi Ateng merupakan saduran pelawak legendaris era 70an Ateng dan Iskak yang digarap sutradara Monty Tiwa. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta- Film Lagi Lagi Ateng akan tayang di jaringan bioskop Indonesia pada 10 Januari 2019. Film tersebut merupakan persembahan untuk duo pelawak lawas, Ateng dan Iskak yang berjaya di era 1970 dan 1980-an.

    Sutradara Film Lagi Lagi Ateng, Monty Tiwa sempat pesimis bisa mendapatkan pemain yang dapat melakoni karakter Ateng. "Awalnya saya anggap ini mission imposible, ternyata kami dapat Augie," ujar dia di XII Epcentrum, Senin, 7 Januari 2019. Usai menemukan pemeran Ateng, Monty hadapi kesulitan lain yakni saat mengarahkan pemeran Iskak, Soleh Solihun memerankan abdi dalem Jawa.

    Film ini menjadi pengalaman pertama Augie mendapat porsi besar, tak tanggung-tanggung sebagai pemeran utama. Augie bersama Soleh Solihun berlatih cukup keras agar karakter Ateng dan Iskak hidup di dalam film.

    Monty Tiwa menggarap film Lagi Lagi Ateng dalam kurun dua bulan. Mengambil lokasi di Jakarta, Jonggol, dan Bali. Adegan yang seharusnya menggambarkan suasana di Salatiga pun dilakukan di  Jonggol, Kabupaten Bekasi.

    Lagi Lagi Ateng, merupakan film keluarga yang berkisah pemuda dari Salatiga, Jawa Tengah, yang meminta hadiah ulang tahun untuk pergi ke Jakarta. Saat di Ibu Kota, Ateng dikejutkan dengan pertemuan dengan kembarannya yang bernama Agung.

    Baca: Trailer Lagi Lagi Ateng Dirilis, Para Pemain Ingat Augie Fantinus

    Petualangan Ateng dan Agung untuk mempersatukan keluarga mereka, dimulai dari ide Agung yang ingin ke Salatiga untuk melihat ayah kandungnya. Film berdurasi 109 menit dikemas agar dapat disaksikan semua usia. Dalam pembuatan ceritanya, Monty mengangkat permasalahan keluarga yang sering ditemukan pada saat ini. "Yang saya liat perpecahan keluarga, perceraian, ini tema keluarga yang sangat related," tutur Monty Tiwa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.