Hilda Vitria Tantang Kriss Hatta Ceraikan Dirinya

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hilda Vitria. instagram.com

    Hilda Vitria. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Hilda Vitria memastikan tidak akan mengajukan kasasi dan memilih menerima putusan Pangadilan Tinggi soal penolakan gugatan pembatalan nikah yang diajukannya.

    Keputusan itu diklaim Kriss Hatta sebagai kemenangannya, tapi Hilda juga menganggap itu kemenangan pihaknya. Pasalnya, dari amar putusan Pengadilan Tinggi, Hilda Vitria Khan menilai memang tidak ada pernikahan.

    "Putusan PA Bekasi sudah dibatalkan. Dua, gugatan KH (Kriss Hatta) yang minta perkawinannya disahkan juga tidak diterima. Gugatan KH (Kriss Hatta) minta mengubah buku nikah juga tidak diterima," kata Fahmi Bachmid kepada wartawan lewat telepon, Kamis, 3 Januari 2019.

    Pihak Hilda Vitria pun menantang Kriss Hatta, untuk mengajukan permohonan cerai seperti yang dikatakannya di media. Fahmi Bachmid, kuasa hukum Hilda Vitria Khan mengatakan mereka siap menunggu pembuktian dari ocehan Kriss Hatta.Hilda Vitria Khan dan Kriss Hatta. Tabloidbintang.com

    "Yang ngaku-ngaku Hilda istrinya. Buktikan kalau memang istrinya, katanya mau menggugat cerai. Jika cuma opini mending pulang kampung. Ditungguin 7 kali 24 jam, ya," kata Fahmi Bachmid.

    Lebih lanjut, Fahmi Bachmid menyebutkan pihaknya sudah memutuskan untuk tidak mengajukan kasasi.

    Baca: Bukan Dipelet, Ini Alasan Billy Syahputra Jatuh Cinta pada Hilda

    Setelah membaca secara teliti baik pertimbangan dan khususnya amar putusannya, maka dengan ini kami menyatakan tidak melakukan upaya hukum kasasi atas putusan Pengadilan Tinggi Agama Bandung Nomor: 310/Pdt.G/PTA.Bdg tanggal 11 Desember 2018 Masehi, bertepatan dengan tanggal 4 Rabiul Akhir 1440 Hijriyah," kata Fahmi Bachmid dalam bentuk surat pernyataan ke Pengadilan Tinggi Bandung.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.