Rencana Anjasmara Jika Bertemu Netizen Penghina Dian Nitami

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anjasmara. tabloidbintang.com

    Anjasmara. tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Anjasmara melaporkan netizen yang telah menghina istrinya, Dian Nitami. Langkah itu diambil mengingat pelaku tak menunjukkan itikad baik yang ditawarkan Anjasmara.

    Meski belum pernah berkomunikasi secara langsung, Anjasmara mengaku sudah mengantongi identitas pelaku. Seandainya mendapat kesempatan bertemu, ada hal yang ingin disampaikan Anjasmara.

    "Saya cuma mau tanya, 'ngapain sih kamu kayak gitu?', terus 'apa susahnya kamu bikin video, upload di sosmednya, tag saya, tag istri saya', udah. Jadi enggak panjang, enggak ribet, tidak menyusahkan dirinya dan menyusahkan orang lain," ujar Anjasmara di Kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Kamis, 3 Januari 2018.

    Anjasmara tak ingin berandai-andai jika ternyata pelaku meminta maaf. Pasalnya ia sudah memberi waktu 2 kali 24 jam kepada pelaku, untuk membuat video pengakuan dan meminta maaf di media sosial. Namun hal itu tak juga dilakukan.Anjasmara dan Dian Nitami. Instagram.com/@anjasmara

    "Lihat saja dulu seperti apa. Apabila sudah ada niatan baik tersebut, saya akan coba konsultasi lagi dengan kepolisian dan juga pihak-pihak terkait. Nanti kita keputusannya seperti apa," katanya.

    Anjasmara berharap kasus serupa tak lagi terjadi dan menimpa orang lain di kemudian hari. Ia ingin kasus ini menjadikan pelajaran agar orang-orang akan lebih bijaksana lagi dalam menggunakan media sosial.

    Baca: Anjasmara Kantongi Identitas Netizen Penghina Dian Nitami

    "Mudah-mudahan setelah ini banyak orang yang semakin arif dan bijaksana dalam bertutur kata di sosial media," ucap Anjasmara.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.