Selasa, 24 September 2019

Nyanyi Lagu Kemarin, Pasha Ungu Minta Maaf ke Ifan Seventeen

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasha Ungu. Tabloidbintang.com

    Pasha Ungu. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Duka atas kepergiaan tiga personel Seventeen akibat musibah tsunami Selat Sunda yang terjadi Sabtu, 22 Desember 2018, juga dirasakan rekan sesama musikus, seperti Pasha Ungu. Suami Adelia Wilhelmina ini ikut merasakan kesedihan Ifan Seventeen yang harus kehilangan tiga sahabatnya yakni Herman Sikumbang, Bandi, dan Andi.

    Untuk mengenang ketiga personel Seventeen, Pasha Ungu sempat membawakan lagu band asal Yogyakarta itu yang berjudul Kemarin saat mengisi acara Celebfest di Singapura. Terlihat di video yang diposting di Instagram Stories-nya, vokalis band Ungu ini terlihat seorang diri bernyanyi dengan diiringi gitar akustik.

    Namun di unggahannya, Pasha Ungu menuliskan permintaan maaf pada Ifan, vokalis Seventeen karena merasa belum meminta izin kepada satu-satunya personel Seventen yang masih hidup itu untuk membawakan lagu tersebut.Pasha Ungu menyanyikan lagu Seventeen. Instagram

    "Dinda @ifanseventeen maaf ya tadi kanda ga izin dulu, kanda bawain lagunya di Singapura dan semua nyanyi juga titip doa buat dinda.. Insya Allah dinda kuat dan terus berkarya," tulis Pasha Ungu di unggahannya.

    Postingan Pasha Ungu ini pun mendapat tanggapan dari Ifan Seventeen. Membagikan ulang unggahan Pasha Ungu, Ifan Seventeen mengungkapkan rasa terima kasihnya. Ifan Seventeen pun menyebut rekan-rekannya pasti senang melihat Pasha Ungu membawakan lagu mereka.

    Baca: Jawaban Ifan Seventeen Saat Pasha Ungu Ajak Nyanyi Lagu Kemarin

    "Makasih kanda, makasih udah mau nyanyiin lagu @seventeenbandid. Anak2 kalo tau pasti seneng banget, barakallah kanda," balas Ifan Seventeen.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.