Istri Bani Seventeen Jelaskan Soal Nisan Suaminya yang Dicuri

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bani Seventeen (Instagram @baniseventeen)

    Bani Seventeen (Instagram @baniseventeen)

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah dimakamkan Selasa, 24 Desember 2018. Nisan makam milik Bani, bassis band Seventeen sempat dikabarkan dicuri orang. Hal ini mulanya diketahui dari postingan Instagram musikus sekaligus mantan personel Seventeen, Joddie Rose.

    Di postingannya pada Jumat, 28 Desember 2018, Joddie meminta orang yang mengambil nisan tersebut untuk mengembalikannya ke tempat semula. Namun unggahan itu tak bertahan lama. Beberapa saat setelahnya, foto makam Bani Seventeen yang dibagikan Joddie Rose lenyap dari Instagramnya.

    Kini misteri hilangnya nisan milik Bani Seventeen itu terjawab. Nisan bertuliskan nama aslinya Muhammad Awal Purbani itu ternyata sengaja diambil oleh pihak keluarga.

    Kabar tersebut disampaikan langsung istri Bani Seventeen, Cindri Wahyuni lewat Instagramnya, @cindriwhy.

    "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Meluruskan berita yang simpang siur tentang Nisannya mas @baniseventeen yang diberitakan hilang, dengan ini saya beritahukan, memang kami pihak keluarga yang mencabut nisan tersebut," tulis Cindri Wahyu di keterangan fotonya yang memperlihatkan nisan baru Bani Seventeen berupa batu berwarna hitam.

    Menurut Cindri, nisan tersebut diganti lantaran tak sesuai dengan pesan almarhum semasa hidupnya. Jauh sebelum meninggal dunia, Bani Seventeen sempat menitipkan pesan untuk dimakamkan sesuai dengan syariat Islam. Bahkan Bani juga sempat meminta agar pihak keluarga tak menggelar pengajian seperti umumnya dilakukan.

    Suasana pemakaman bassis Seventeen M. Awal Purbani di Sleman (24/12). (Tempo/Pribadi Wicaksono)

    "Karena tidak sesuai dengan yang diamanahkan Almarhum jauh sebelum beliau meninggal, mengikuti pesan Almarhum jika meninggal kelak almarhum ingin dimakamkan sesuai syariat, hanya dengan batu sederhana sebagai penanda, tidak ingin disemen atau pun diubah dalam bentuk apapun, tidak ditaburi bunga, bahkan tidak ditahlilkan," sambung Cindri.

    Ia pun mewakili pihak keluarga memohon maaf pada teman-teman yang sudah melayat. Cindri hanya meminta mereka mendoakan suami tercintanya.

    "Mohon maaf buat teman-teman yang melayat di makam, agar mendoakan mas Bani, diampunkan segala dosa-dosanya, diterima segala amal ibadah, sholatnya, ditempatkan di sisi Allah yang paling mulia. Kami hanya ingin menjalankan syariat Nya.. Mohon maaf sebesar besarnya dari saya mewakili Keluarga besar mas Bani. Terimakasih. Wassalamualaikum warohmatullahiwabarakatuh," tutup Cindri Wahyuni.

    Baca: Musikus Yogyakarta Gelar Pentas Tribute to Seventeen

    Bani Seventeen menjadi salah satu dari tiga personel Seventeen yang tewas akibat tsunami Selat Sunda yang menghantam dirinya saat mengisi acara di Tanjung Lesung, Banten, Sabtu malam, 21 Desember 2018.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.