Tak Terima Istri Dihina, Anjasmara Minta Netizen Minta Maaf

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anjasmara. twitter.com

    Anjasmara. twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mendapati komentar tak sedap tentang fisik istrinya, Anjasmara mengungkapkan kekesalannya terhadap pemilik akun Instagram @corissa.putrie yang meninggalkan komentar negatif pada unggahan Dian Nitami.

    Lewat Instagramnya, Anjasmara menuntut agar pemilik akun tersebut meminta maaf sebelum ia memutuskan untuk melaporkan tindakan penghinaan tersebut kepada pihak polisi. "Kok Istriku dibilang jelek sama kamu. Aku aja enggak pernah bilang kalau Istriku itu jelek. Aku justru seneng kalau Istriku apa adanya," tulis Anjasmara.

    Ia melanjutkan soal kecantikan yang tak melulu bicara soal apa yang Nampak dalam wujud fisik seseorang. Banyak hal menurut Anjasmara yang bias membuat seseorang terlihat cantik tak sekadar fisik.

    Pembelaan Anjasmara terhadap komentar netizen yang mengejek istrinya. instagram.com/anjasmara

    "Kecantikan yang terpenting buat saya dari hati, Sikap dan bicaranya. Bukan dari tampak luar. Seperti hidung mancung, tubuh seksi dan polesan make up yang tebal. Harusnya kamu belajar menjadi seorang Muslim yang baik itu seperti apa. Percuma kamu pakai hijab tapi kamu tidak menjaga sikap, hati dan bicara kamu," lanjut Anjasmara.

    Baca: Anjasmara, Jadi Direktur dan Kerja Belakang Layar

    Setelah memberikan pembelaan dan juga penjelasan yang cukup, Anjasmara meminta pemilik akun tersebut meminta maaf atas komentar yang ia tulis. Anjasmara berani membawa masalah tersebut ke jalur hukum jika pemilik akun tersebut tak memenuhi permintaannya itu. "Sebelum kamu membuat pernyataan Maaf baik secara Sosial media atau pun di Koran Kompas sebanyak satu lembar penuh maka saya akan segera melaporkan kamu ke pihak yang berwajib. Saya tunggu permohonan Maaf kamu dalam waktu 2x24jam," tutup Anjasmara.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.