Ariel Noah Dituding Tak Berbelasungkawa Pada Seventeen

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi Ariel Noah saat tampil di hadapan ribuan

    Aksi Ariel Noah saat tampil di hadapan ribuan "Sahabat Noah" di Makassar, Sulawesi Selatan, 13 Maret 2015. Sahabat Noah merupakan julukan bagi para penggemar band ini. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Di tengah duka yang menyelimuti band Seventeen, Ariel NOAH mendapat tudingan tak mengenakkan. Mantan kekasih Luna Maya ini disebut tak bersimpati pada Ifan Seventeen yang kehilangan tiga rekan bandnya dalam bencana tsunami Selat Sunda, yang menghantam Banten dan Lampung pada Sabtu, 22 Desember 2018.

    Tudingan itu bermula setelah salah satu netizen tak menemukan postingan Ariel NOAH yang menuliskan ucapan belasungkawa atas tsunami yang diduga disebabkan karena erupsi gunung anak Krakatau itu.

    "Nyari ucapan belasungkawa atau turut berduka atas tsunami nggak ada, miris ya sesama musisi empatinya kurang," kometar seorang netizen di salah satu postingan laman Instagram Ariel NOAH.

    Tak tinggal diam, Ariel NOAH pun terpaksa meladeni komentar miring netizen tersebut. Dengan nada santai namun menohok, Ariel memberikan jawaban atas komentar netizen tersebut. "Mau cari di mana? Karena kenal, ucapan belasungkawa langsung ke yang bersangkutan," tegas Ariel NOAH.

    Seperti diketahui, Seventeen kehilangan pemain basnya Bani, gitaris Herman, dan Andi sang drummer yang dipastikan tewas dan turut menjadi korban dalam tsunami Banten. Saat musibah terjadi, Seventeen tengah berada di atas panggung mengisi acara di Tanjung Lesung, Banten. Satu-satunya personel Seventeen yang selamat adalah Ifan sang vokalis.

    Baca: Keinginan Drummer Seventeen Yang Tak Sempat Terwujud

    Tak hanya kehilangan tiga personelnya, Ifan Seventeen juga harus merelakan kepergian sang manajer, kru dan istri tercintanya, Dylan Sahara dalam bencana tsunami Banten ini.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.