Ratna Listy: Billy Syahputra Kena Guna-guna

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Billy Syahputra dan Hilda Vitria. Tabloidbintang.com

    Billy Syahputra dan Hilda Vitria. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratna Listy dan gurunya yang juga menjadi rekan pengobatan spiritualnya, Panglima Langit, membeberkan bahwa Billy Syahputra terkena gendam atau guna-guna. Hal itu diungkapkan Ratna Listy melalui sebuah video yang menampilkan sosok Panglima Langit bicara, di akun media sosialnya.

    Ratna Listy dalam keterangan video memastikan bahwa pernyataan sang guru soal Billy Syahputra bukan gimmick atau sekedar sensasi. Apa yang diungkap tentang adik mendiang Olga Syahputra itu memang benar-benar terjadi katanya.

    Ratna Listy dan Panglima Langit bersedia untuk membantu proses penyembuhan Billy Syahputra jika yang bersangkutan ingin sembuh. Setelah adanya pengakuan dirinya terkena guna-guna, Billy Syahputra sudah menghubungi Ratna Listy untuk meminta penjelasan lebih lanjut?

    “Belum ada, belum ada respons. Tapi biasanya gitu Mas, orang kalau di badannya ada energi kiriman biasanya malas berobat, ada yang menghalang-halangi gitu lho. Makanya harus ada yang memfasilitasi,” ungkap Ratna Listy kepada Tabloidbintang.com, Sabtu, 22 Desember 2018.Artis Ratna Listy berpose seusai melakukan wawancara khusus dengan LKBN Antara di Wisma Antara, Jumat 19 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Menurut wanita yang namanya melambung di dunia hiburan sebagai seorang penyanyi ini, adanya jin yang menempel di tubuh Billy Syahputra diketahui Panglima Langit berdasarkan hasil penerawangan jarak jauh.

    Baca: Hilda Vitria Dikabarkan Pernah Hamil, Apa Kata Kriss Hatta?

    “Ya terawangan. Guruku itu pintar Mas enggak harus ketemu orangnya, enggak harus tahu tanggal lahirnya. Nyebut nama aja dia sudah tahu,” ungkap Ratna Listy.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.