Band Seventeen Dikabarkan Jadi Korban Tsunami Selat Sunda

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ifan Seventeen tampil di atas panggung mengenang 20 tahun meninggalnya penyanyi Nike Ardilla di Rollingstone Cafe, Jakarta, 08 April 2015. Acara itu mengangkat tema Buka Mata Hati Anda Untuk Seberkas Sinar Masa Depan Mereka. Uang yang dikumpulkan dialokasikan untuk museum dan sekolah luar biasa (SLB) di Bandung, yang dulu didirikan Nike Ardilla. TEMPO/Nurdiansah

    Ifan Seventeen tampil di atas panggung mengenang 20 tahun meninggalnya penyanyi Nike Ardilla di Rollingstone Cafe, Jakarta, 08 April 2015. Acara itu mengangkat tema Buka Mata Hati Anda Untuk Seberkas Sinar Masa Depan Mereka. Uang yang dikumpulkan dialokasikan untuk museum dan sekolah luar biasa (SLB) di Bandung, yang dulu didirikan Nike Ardilla. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Grup band Seventeen dikabarkan menjadi korban bencana tsunami Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu malam, 22 Desember 2018.

    Kabar tersebut disampaikan Rian D'Masiv melalui akun Intagramnya.

    "Pray for seventeen band.. terkena ombak saat manggung di pantai carita.. beberapa crew dan personil blm ditemukan.. mohon do'a agar semuanya baik2 saja," tulis @rianekkypradipta, Minggu, 23 Desember 2018. 

    Kejadian tersebut mengejutkan banyak pihak, termasuk Nino RAN, yang mengunggah kembali postingan Rian D'Masiv tersebut di Instagram Stories-nya sambil menambahkan, "Pray For @seventeenbandid. Please baik-baik saja ya teman-teman," tulis @ninokayam.

    Dalam akun Instgram @seventeenbandid, band yang dikenal dengan lagu "Jaga Selalu Hatimu" itu tengah menjadi pengisi acara "Employee Gathering" PLN UIT JBB di Tanung Lesung Beach Resort.

    Salah seorang kru band @zackthejackman, Minggu pagi mengunggah foto sepatu di Instagram Stories sambil menuliskan kejadian yang dia alami semalam.

    "Sisa satu Sepatu saksi hidup gw kegulung ombak tsunami di Tanjung Lesung.. Di dalam air cuman bisa berdoa "Tuhan Yesus Toloong!! Detik2 terakhir nafas hampir habis.. Tiba2 megang besi bekas panggung roboh..nyangkut di pohon kelapa.. Puji Tuhan saya selamat," tulis dia.

    Dia juga mengungkapkan bahwa beberapa personil dan kru lainnya belum ditemukan. "Mohon doanya teman2..anak2 Seventeen Bani, andi, herman, ujang belum ketemu sampe sekarang," tambah dia.

    Gelombang tinggi menerjang permukiman, penginapan dan fasilitas wisata di kawasan pantai barat Banten pada Sabtu, 22 Desember 2018 pukul 21.10 WIB. Gelombang tinggi juga menyapu sebagian kawasan pesisir Provinsi Lampung.

    Baca: BMKG Jelaskan Fenomema Alam Ganda Pemicu Tsunami di Selat Sunda

    Perangkat BMKG merekam ketinggian gelombang di wilayah Serang 0,9 meter pukul 21.27 WIB, Banten 0,35 meter tercatat pukul 21.33 WIB, Kota Agung-Lampung 0,36 meter pada pukul 21.35 WIB, dan Pelabuhan Panjang 0,28m pada pukul 21.53 WIB.

    Tonton video detik-detik tsunami terjang Band Seventeen saat manggung disini.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto