Syuting Keluarga Cemara, Asri Welas Sering Menangis

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asri Welas. Tabloidbintang.com

    Asri Welas. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Asri Welas menangis membicarakan film Keluarga Cemara. Dia tak bisa menahan air mata dalam sesi jumpa pers di hadapan awak media karena emosi  sebab apa yang ada di film itu benar-benar dialami keluarganya.

    Tak hanya ketika nonton film Keluarga Cemara dan bertemu awak media Asri Welas menangis. Pada waktu melakukan syuting juga sering menangis. Bahkan tidak menangis merupakan hal yang paling menyulitkan dirasakan Asri Welas selama menjalani syuting Keluarga Cemara.

    "Yang paling susah ada scene yang saya tidak boleh nangis. Begitu Ara nangis, enggak bisa, ya sudah syuting nangis aja," kata Asri Welas dalam jumpa pers di bilangan Epicentrum, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis, 20 Desember 2018.

    Film Keluarga Cemara diangkat dari sinetron berjudul sama karya Arswendo Atmowiloto yang sangat populer di era 90-an sampai 2000-an. Film ini mengungkapkan kekuatan cinta para anggota keluarga walau dalam kondisi sangat sulit sekalipun. Sejumlah pemeran film Keluarga Cemara saat memberikan penjelasan kepada wartawan terkait pemutaran perdananya di Jakarta, Kamis 20 Desember 2018. Film yang disutradarai Yandy Laurens ini akan tayang serentak pada 3 Januari 2019 mendatang. TEMPO/Nurdiansah

    Versi filmnya dibintangi oleh Ringgo Agus Rahman, Nirina Zubir, Zara JKT48, Maudy Koesnaedi, Widuri Puteri dan yang lainnya.

    Baca: Jadi Euis di Keluarga Cemara, Zara JKT48 Minta Pendapat Ibunda

    Sebelum tayang di bioskop mulai 3 Januari 2019 mendatang, film Keluarga Cemara sempat diputar di ajang Jogja Netpac Asian Film Festival dan mendapat reaksi positif dari para penonton.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.