Jadi Euis di Keluarga Cemara, Zara JKT48 Minta Pendapat Ibunda

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ringgo Agus, Nirina Zubir, dan Zara JKT48 dan Widuri, berfoto dalam pemutaran perdana film Keluarga Cemara di XXI Cinema Epicentrum Jakarta, 20 Desember 2018. Keluarga Cemara merupakan film adaptasi dari sinetron tahun 1990an. TEMPO/Nurdiansah

    Ringgo Agus, Nirina Zubir, dan Zara JKT48 dan Widuri, berfoto dalam pemutaran perdana film Keluarga Cemara di XXI Cinema Epicentrum Jakarta, 20 Desember 2018. Keluarga Cemara merupakan film adaptasi dari sinetron tahun 1990an. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Akting Zara JKT48 sebagai Euis di film Keluarga Cemara patut diapresiasi. Zara berhasil memerankan dan menghidupkan karakter Euis dengan sangat baik.

    Padahal gadis kelahiran 2003 ini mengaku pada awalnya tidak tahu mengenai karakter yang dimainkannya tersebut. Apalagi dia tidak mengenai Keluarga Cemara yang menjadi serial legendaris pada era 1990-an.

    "Sebenarnya di awal casting itu nggak tahu Keluarga Cemara itu apa. Aku nggak tau Euis siapa, Ara siapa. Aku cuma tau Abah dan Emak dari lagu karena ada lirik, selamat pagi abah, selamat pagi emak," ucap Zara JKT48 usai pemutaran perdana film "Keluarga Cemara" di Jakarta, Kamis, 21 Desember 2018.

    Member idol group JKT48 ini pun sampai meminta pendapat dari ibunya ketika akan mengikuti casting film garapan sutradara Yandy Laurens tersebut.Zara JKT48 setelah konferensi pers film Keluarga Cemara

    "Aku langsung nanya mama untuk casting. Kata mama, itu film waktu mamah kecil, itu legendaris banget. Jadi jangan sampai dilewatin kesempatan itu," ujar Zara.

    Baca: Keluarga Cemara Difilmkan, Ada Wajah-wajah Baru

    Film Keluarga Cemara diproduksi oleh Visinema Pictures dan dibintangi oleh Ringgo Agus Rahman, Nirina Zubir, Widuri, Maudy Koesnaedi, Asri Welas, Widi Mulia, Gading Marten, hingga Ariyo Wahab. Film ini akan mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia pada tanggal 3 Januari 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.