Melihat Lukisan 16 Pelajar Jakarta, Tak Kalah dengan Orang Dewasa

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puguh Tjahjono, saat melihat dua lukisan karya anak berkebutuhan khusus di pameran lukisan Paramuda, Rabu 19 Desember 2018. (Tempo/Muhammad Kurnianto)

    Puguh Tjahjono, saat melihat dua lukisan karya anak berkebutuhan khusus di pameran lukisan Paramuda, Rabu 19 Desember 2018. (Tempo/Muhammad Kurnianto)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sederet lukisan karya pelajar Jakarta dipamerkan di Marto Rumah Seni dan Ngopi yang berlokasi di jalan Pondok Labu 1 No. 8b, Cilandak, Jakarta Selatan. Bertajuk Paramuda Galang Harmoni Lewat Karya Seni itu digelar mulai 19 Desember 2018 hingga 23 Desember 2018.

    Dibuka oleh Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia Susianah Affandy dan Ketua Dewan Kesenian Jakarta Irawan Karseno pada Rabu, 19 Desember 2018, pameran ini diikuti oleh 16 peserta.

    "Saat pendaftaran kurang lebih ada 50 peserta yang mau ikut, karena sudah di seleksi jadi ada 16 peserta karena kita juga menjaga kualitas," kata salah satu kurator pameran S. Prisade saat ditemui di Marto rumah seni dan ngopi, Rabu, 19 Desember 2018.

    Menurut Prisade, para peserta pameran berasal dari berbagai sekolah di Jakarta, baik sekolah formal maupun informal. Bahkan ada karya anak-anak difabel.

    "Ada lima anak difabel yang ikut rata-rata aliran lukisannya ada yang figuratif, ekspresionis abstrak, figuratif naif, semi geometris, figuratif simbolis dan impresionis abstrak," ujarnya.S. Prisade, kurator pameran lukisan Paramuda saat melihat karya peserta, Rabu 19 Desember 2018. (Tempo/Muhammad Kurnianto)

    Total ada 31 lukisan yang dipamerkan. Karya anak- anak yang mengikuti pameran ini, kata Prisade, bisa dibilang luar biasa. Bahkan tidak kalah dengan karya orang dewasa.

    "Dari banyaknya yang mendaftar kita saring, apabila lukisan baik tapi framenya kurang baik maka tidak kita terima, ya seperti pakai baju saja lukisan dan frame itu harus sesuai," kata Prisada.

    Kurator pameran lukisan Paramuda sekaligus pendiri Marto Rumah Seni dan Ngopi ini Puguh Tjahjono mengatakan ke depannya akan menjadikan pameran ini sebagai pilot project pameran lukisan pelajar.

    "Selain saya, Jeffrey Sumampouw juga menjadi kurator seleksi. Kedepannya program jangka panjang disini akan menjadi pilot project pameran lukisan anak- anak di Indonesia," katanya.

    Baca: Misteri di Balik Lukisan Termahal Dunia Karya Leonardo Da Vinci

    Puguh mengatakan, setelah penyaringan ini, anak-anak yang lukisannya di pamerkan merasa sangat senang dan guru- guru mereka di sekolah juga ikut senang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.