Polisikan Kriss Hatta, Billy Syahputra 2 Jam Diperiksa Penyidik

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Billy Syahputra. Tabloidbintang.com

    Billy Syahputra. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Billy Syahputra dipanggil penyidik untuk menjalani pemeriksaan lanjutan atas laporannya, Kamis, 13 Desember 2018. Usai pemeriksaan, Billy pun keluar mengaku mendapat 15 pertanyaan seputar tuduhan pencemaran nama baik, fitnah dan pemalsuan dokumen yang dilakukan Kriss Hatta.

    "Tadi ada sekitar 15 pertanyaan yang ditanyakan kepada Billy. Awalnya soal identitas Billy. Yang kedua beberapa kejadian kejadian yang ditanyakan kepada Billy," ucap Fahmi Bachmid, kuasa hukum Billy Syahputra di Mapolda Metro Jaya.

    Adik almarhim Olga Syahputra itu juga ditanya soal dokumen pernikahan Kriss Hatta dan Hilda Vitria. Penyidik menanyakan alasan Billy menyebut dokumen pernikahan yang dimiliki Kriss adalah palsu.

    "Bahkan ditanya bagaimana anda tahu patut diduga isinya (dokumen pernikahan) tidak benar. Kan kami dapat keterangan dari kelurahan," kata Fahmi Bachmid.Kriss Hatta. tabloidbintang.com

    Billy Syahputra mengatakan, pemeriksaan berlangsung sekitar dua jam. "Kurang lebihnya seperti apa yang Abang sudah terangkan, proses Billy dimintai keterangan sama bapak penyidik sudah hampir malam waktu kurang lebih dua jam. Dan ketika ditanya sama penyidik, ya sama seperti hal layaknya dimintai keterangan aja sih," tutur Billy Syahputra.

    Billy Syahputra juga menjelaskan suasana saat dirinya dimintai keterangan.

    Baca: Unggah Foto Hilda Vitria, Billy Syahputra: My Wife

    "Seru-seruan, becanda-canda. Ya santai-santai aja sih. Interaksi Billy sama penyidiknya Billy enak banget. Nanya ini jawab langsung, nanya ini jawab langsung dan jelas juga," kata Billy Syahputra.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.