Ibunda Angbeen Rishi Bantah Berlaku Kasar ke Putrinya

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yulia Irawati, ibu kandung Angbeen Rishi. Tabloidbintang.com

    Yulia Irawati, ibu kandung Angbeen Rishi. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Yulia Irawati, ibu kandung Angbeen Rishi, membantah melakukan kekerasan hingga membuat putrinya kabur. Saat ditanya soal perlakuan kasar, Yulia mengaku bingung.

    "Kekerasannya apa?" ujar Yulia Irawati usai mengisi acara di Trans TV, Jalan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis, 13 Desember 2018.

    Menurut Yulia, tunangan Adly Fairuz itu adalah anak kesayangannya. Yulia mengaku hampir tidak pernah bersikap keras pada Angbeen Rishi yang tinggal bersamanya sejak lahir.

    "Angbeen dari kecil sampai 19 tahun di sekolah siapa pun yang nyolek anak saya berurusan sama saya. Saya menjaga Angbeen luar biasa, tidak pernah lepas dari saya," tutur Yulia.

    Sebagai ibu, Yulia mengaku selama ini selalu menjaga putrinya. "Tidak pernah lepas dari saya, sampai dia bilang Mama jangan tinggalin Angbeen, enggak ada siapa-siapa lagi, teman-teman Angbeen lebih banyak teman-teman saya main sama dia. Di mana kekerasan saya?" tutur Yulia Irawati.Adly Fayruz dan Angbeen Rishi. Tabloidbintang.com

    Namun Yulia Irawati memaklumi jika putrinya beranggapan demikian. Sebagai ibu, Yulia ingin yang terbaik untuk putrinya termasuk melindunginya. "Namanya naluri ibu, saya melindungi anak saya," kata Yulia Irawati

    Yulia merasa perlu memberikan nasihat kepada putrinya, mengingat usia Angbeen Rishi dirasa masih terlalu muda untuk menikah.

    Baca: Alasan Ibu Angbeen Rishi Tak Restui Putrinya dengan Adly Fairuz

    "Kalau ibu menasihati apa kekerasan? Kalau anak salah ya dinasihatin. Sampai kadang saya lupa ada adiknya karena saya memperlakukan Angbeen luar biasa," kata Yulia Irawati.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.