Sidang Mediasi Gading Marten - Gisella Anastsia Dianggap Gagal

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Merasa keputusan cerai sudah bulat, Gading Marten dan Gisella Anastasia tak berencana untuk rujuk. TABLOIDBINTANG.COM

    Merasa keputusan cerai sudah bulat, Gading Marten dan Gisella Anastasia tak berencana untuk rujuk. TABLOIDBINTANG.COM

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah sempat ditunda lantaran pihak penggugat berhalangan hadir, sidang mediasi kasus perceraian Gading Marten - Gisella Anastasia kembali digelar hari ini, Rabu, 12 Desember 2018 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

    Namun sidang mediasi tersebut gagal lantaran Gading Marten tidak hadir dan menyerahkan proses perceraian kepada majelis hakim. Keterangan tersebut diperoleh majelis hakim lewat sepucuk surat yang dikirimkan Gading Marten.

    "Enggak ada mediasi, dianggap mediasi telah gagal. Karena Gading Marten sudah mengirimkan surat," kata Andreas Sapta Finady, pengacara Gisella Anastasia, saat ditemui usia sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

    Mediasi yang seharusnya menjadi upaya untuk kembali mempersatukan rumah tangga Gading Marten - Gisella Anastasia gagal, sidang pun akan dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan saksi pada 19 Desember 2018 mendatang. "Minggu depan pembuktian dan saksi-saksi," ucap Andreas lebih lanjut.

    Baca: Gading Marten - Gisella Anastasia Akui Sudah Pisah Rumah

    Keretakan rumah tangga Gading Marten dan Gisella Anastasia kabarnya sudah berlangsung sejak lama. Namun gugatan cerai baru resmi dilayangkan Gisella Anastasia kepada Gading Marten pada 19 November 2018 lalu, setelah sebelumnya sempat mengadakan pertemuan keluarga. Dalam pertemuan keluarga tersebut, Gisella Anastasia sempat mengungkapkan keinginan untuk cerai dari Gading Marten.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.