Usai Bercerai di Penjara, Angela Lee Kini Berpisah dengan Anaknya

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angela Lee ditahan bersama sang suami, David Hardian Sugito, ditangkap polisi karena kasus penipuan terkait kerja sama investasi bisnis tas impor mewah sebesar 12 miliar rupiah. instagram.com

    Angela Lee ditahan bersama sang suami, David Hardian Sugito, ditangkap polisi karena kasus penipuan terkait kerja sama investasi bisnis tas impor mewah sebesar 12 miliar rupiah. instagram.com

    TEMPO.CO, JakartaAngela Lee mengaku sudah bercerai dengan suaminya, David Herdian, saat tengah menjalani masa hukuman di Sleman, Yogyakarta, terkait kasus penipuan senilai Rp25 miliar. Tak hanya itu, Angela Lee juga harus berpisah dengan buah hati yang kini tinggal dengan keluarga David Herdian.

    Kepada wartawan Angela Lee bercerita, setelah bebas ia sempat menemui anaknya di Semarang. "Begitu bebas aku langsung ke Semarang, ketemu sama anakku. Karena anakku tinggal dengan keluarga ayahnya (David) di sana," ujar Angela Lee di Studio Trans TV, Jl Tendean, Jakarta Selatan, Selasa, 11 Desember 2018.

    Setelah bertemu si buah hati, Angela Lee pun terpaksa meninggalkanya karena harus bekerja di Jakarta. "Cuma bertemu dua hari doang. Ya habiskan waktu saja sama anak. Habis itu, aku harus ke Jakarta disuruh manajemen, untuk kerja," terang Angela Lee. "Selama aku di Jakarta sih video call aja. Cuma ya gitu sedih aja enggak bisa sama anak. Karena anak bersama suami," lanjutnya.

    Baca: Bebas dari Penjara, Angela Lee Merasa Lebih Kuat Mental

    Meski demikian Angela Lee pasrah dan terus bersabar meratapi nasibnya saat ini. Ia berusaha bangkit dari keterpurukannya dengan harapan bisa mendapat kepercayaan untuk menjalani hidup yang lebih baik. "Jalani aja lah," tutur Angela Lee.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.