Laudya Cynthia Bella Hanya Boleh Main 2 Film Setahun

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Laudya Cynthia Bella dan ibunya. Instagram.com

    Laudya Cynthia Bella dan ibunya. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Laudya Cynthia Bella belakangan aktif mengelola bisnisnya. Tapi bukan berarti ia meninggalkan dunia seni peran yang sudah melambungkan namanya. Dia mengaku hanya membatasinya sebagaimana izin yang diberikan suami.

    "Karena kemarin sudah main film dan waktu aku juga syuting film. Waktu aku udah, masya Allah banget, dipakai bisnis dan iklan lain. Jadi ya dikasih izinnya setahun satu atau dua film sama suami," kata Laudya Cynthia Bella di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

    Bella mengaku tetap akan menggeluti dunia hiburan, sambil menjalankan usahanya di lini busana Muslimah. Ia menilai, kedua bidang itu saling membutuhkan. Terpenting baginya, bagaimana membagi waktu antara kegiatan dan perannya sebagai ibu rumah tangga.Laudya Cynthia Bella. Tabloidbintang.com

    "Menurut aku, itu hal yang enggak bisa dipilih, karena kita satu sama lain saling membutuhkan. Kayak aku entertain tapi harus juga bisnis. Bisnis kan lebih ke passion, ada kepuasan sendiri. Jadi ya aku sekarang enggak bisa milih salah satu. Sekarang bagaimana caranya mengurangi masalah waktu karena ya suami aku lebih happy kalau aku bisnis," paparnya.

    Bella menambahkan, banyak hal baru yang dipelajari lewat berbisnis. Oleh karenanya, ia membatasi bermain satu judul film setiap tahunnya.

    Baca: Laudya Cynthia Bella Kembali Main Film, Dilarang Beradegan Mesra

    "Menurut dia aku bisa sambil belajar karena kalau kita bikin bisnis apa, kita dapat pelajaran baru yang diambil. Jadi ya film hanya pelengkap. Satu tahun satu film lah, untuk lepas kangen saja," kata Laudya Cynthia Bella.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.