Rabu, 19 Desember 2018

Jauh dari Unsur Politik, A Man Called Ahok Tetap Dapat Kritik

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putra Ahok, Nicolas Sean (empat dari kiri), berfoto dengan para pemeran film <i>A Man Called Ahok</i> dalam peluncuran <i>teaser</i> film tersebut di XXI Metropole Cinema, Jakarta, Kamis, 6 September 2018. Film ini dibintangi Daniel Mananta, Chew Kin Wah, Sita Nursanti, Denny Sumargo, Donny Damara, Eriska Rein, Ferry Salim, dan masih banyak lagi. TEMPO/Nurdiansah

    Putra Ahok, Nicolas Sean (empat dari kiri), berfoto dengan para pemeran film A Man Called Ahok dalam peluncuran teaser film tersebut di XXI Metropole Cinema, Jakarta, Kamis, 6 September 2018. Film ini dibintangi Daniel Mananta, Chew Kin Wah, Sita Nursanti, Denny Sumargo, Donny Damara, Eriska Rein, Ferry Salim, dan masih banyak lagi. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Film A Man Called Ahok merupakan adaptasi dari buku yang ditulis oleh Rudi Valinka dengan judul sama. Kisah yang ditulis oleh Rudi ini sama sekali tak menyentuh ranah politik sang Gubernur DKI Jakarta ke-15, melainkan menyoroti hubungan antara Ahok dan ayahnya Tjung Kim Nam.

    "Di film ini kita melihat seperti apa orang tua mengajarkan nilai-nilai kehidupan kepada anak-anaknya. Ayah dari pak Ahok mengajarkan lima nilai kehidupan yakni harus berprinsip, disiplin, cinta kasih, takut kepada Tuhan dan keberanian," papar Daniel Mananta.

    Daniel melanjutkan, film A Man Called Ahok mengajak untuk melihat seperti apa pengorbanan seorang ayah untuk anak dan keluarga. "Sehingga para penonton bisa mendapatkan nilai yang luar biasa dari film ini,” ucapnya.

    Baca: A Man Called Ahok Akan Tayang, Adik Ahok Sedih dan Kecewa

    Meski berulang kali menjelaskan bahwa film A Man Called Ahok ini tidak mengandung unsur politik, para bintangnya tetap mendapat serangan dari netizen. “Saya harus akui bahwa sosok pak Ahok sangat kontroversial sehingga tentu ada yang suka dan tidak suka dengan beliau. Yang bisa saya lakukan adalah mengajak orang-orang yang berkomentar negatif tentang film ini untuk menonton agar tahu bahwasanya memang tidak ada unsur politis sama sekali. Ini murni film keluarga,” ujar Denny Sumargo.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.