Gading Marten Bantah Ibunya Sakit Lantaran Kabar Perceraiannya

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kejutan Gisella untuk gading Marten yang berulang tahun (instagram @gisel_la)

    Kejutan Gisella untuk gading Marten yang berulang tahun (instagram @gisel_la)

    TEMPO.CO, JakartaGading Marten dan Gisella Anastasia mengklarifikasi semua kabar simpang siur terkait perceraian mereka. Salah satunya soal ibunda Gading yang dikabarkan pingsan usai mendengar gugatan cerai Gisel.

    Gading Marten mengatakan kabar tersebut tidak benar. Gading menyebut ibundanya memang sempat terkena stroke, tapi bukan disebabkan karena perpisahannya dengan Gisel. 

    "Kabar mama saya stroke itu salah. Memang mama saya stroke sebelum itu, jauh sebelum kita nikah," ungkap Gading Marten di Hotel Veranda, Kebayiloran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 28 November 2018.

    Gisella Anastasia menambahkan, mertuanya sudah lama sakit-sakitan dan kabar terbaru kondisi ibunda Gading audah bisa kembali beraktivitas.

    Gisella Anastasia menduga kabar soal ibundanya ngedrop hanya asumsi media yang tak sabar menunggu informasi soal percerainnya dengan Gading Marten yang sedang berada di luar negeri.

    "Tapi udah sembuh dari strokenya puji Tuhan udah bisa beraktivitas seperti biasa tapi yang namanya orang tua pasti ada sakit-sakitnya. Kemarin kan baru sembuh rumah sakit recovery terus cari waktu yang tepat biar nggak salah ngomong, jadi orang mungkin  nyambung-nyambungin aja," jelas Gisella Anastasia.

    Baca: Gading Marten - Gisella Anastasia: Berpisah Tak Harus Ada Masalah

    Setelah gugatan cerai masuk pada 19 November, Gading Marten dan Gisella Anastasia akan menjalani sidang perdana pada 5 Desember 2018 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Olahraga Pada Puasa Ramadan Saat Pandemi, Dapat Mencegah Infeksi Covid-19

    Olahraga saat puasa dapat memberikan sejumlah manfaat. Latihan fisik dapat mencegah infeksi Covid-19 saat wabah masih berkecamuk di Ramadan 1442 H.