Inspirasi Keris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Tiga pria bertelanjang dada tampak mengerubuti Rangda. Ketiganya menggunakan keris sebagai senjata untuk menyerang makhluk yang diyakini orang Bali sebagai simbol kejahatan itu. Uniknya, salah seorang di antara mereka justru melakukan ngureg alias menusuk-nusuk dirinya sendiri dengan senjata itu. Adegan yang gampang ditemui pada tarian barong itu terekam dalam karya maestro pelukis Bali (almarhum) I Gusti Nyoman Lempad pada 1939 yang diberi judul Serangan Keris kepada Rangda. Aura lukisan itu menjadi sangat kuat karena kini dipajang di paviliun keris Museum Lukisan Neka, Ubud, Bali. Di sana tersimpan 218 keris, yang terdiri atas 18 keris pusaka, 63 karya empu masa lalu, dan sisanya karya empu kontemporer yang diseleksi secara ketat. Keris-keris yang dikoleksi di museum lukisan terbesar di Bali yang diresmikan pada 7 Juli 1982 itu mulai dikumpulkan pada 1970-an. Beberapa di antaranya adalah keris tua berusia ratusan tahun yang memiliki posisi khusus dalam perkembangan sebuah kerajaan sehingga disebut keris pusaka. Misalnya, keris Pijetan dengan panjang 43 sentimeter karya Empu Geni yang dibuat dengan pijatan tangan pada abad ke-8. Prasastinya kini tersimpan di Pura Dadia Pande, Pedukuhan Menanga, Karangasem. Ada juga keris Dapur Sedet Luk 15 sepanjang 47 cm yang semuanya dimiliki oleh seorang bangsawan dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Paviliun keris didirikan, menurut pemilik museum Pande Wayan Suteja Neka, sebagai pengembangan museum lukisan sehingga memungkinkan dialog antara seni rupa dan cabang seni lain. Koleksi lukisan sendiri di museum ini sekitar 400 unit karya para pelukis ternama dari masa kolonial hingga generasi mutakhir. Bagi Neka, proses pembuatan keris oleh seorang empu adalah teladan bagi para pelukis. Sebab, pembuatan itu melibatkan kekuatan batin yang tinggi. Bahkan umumnya mereka menerapkan laku spiritual tertentu dengan berpuasa, bersemadi, dan bertapa. Seorang empu juga adalah seorang seniman yang sedikitnya harus memiliki keahlian dalam seni tempa, desain, seni ukir, dan seni simbol. "Semua motif dan hiasan keris pasti merupakan perlambang yang memiliki makna khusus," ujar peraih Heritage Award dari Pasific Asia Travel Association pada 1997 itu. ROFIQI HASAN

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.