Zulkifli Nurdin, Ayah Zumi Zola Dikabarkan Meninggal

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa Gubernur Jambi nonaktif, Zumi Zola Zulkifli, mengikuti sidang pembacaan surat tuntutan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis, 8 November 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    Terdakwa Gubernur Jambi nonaktif, Zumi Zola Zulkifli, mengikuti sidang pembacaan surat tuntutan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis, 8 November 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar duka datang dari keluarga mantan artis dan Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola. Ayahnya, Zulkifli Nurdin dikabarkan meninggal di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan.

    "Innalillahi wainnailaihi rojiun. Telah berpulang ke rahmadtulloh Pak Zulkifli Nurdin pada tanggal 28 November 2018 jam 20.05 di RS Pondok Indah.
    Semoga Almarhum diberikan tempat yang terbaik disisiNya Amin," demikian bunyi pesan yang tersebar di sebuah grup wartawan, Rabu malam.

    Pekan lalu, Zumi Zola baru saja menjalani sidang pembacaan pleidoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 22 November 2018.

    Mantan artis sinetron ini juga mengakui menerima gratifikasi seperti dakwaan jaksa KPK. Dia mengatakan memakai duit itu untuk keperluan keluarganya. Dia juga mengakui menyuap anggota DPRD Jambi, karena ada paksaan dari dewan.

    Zumi Zola juga menangis saat meminta maaf kepada anggota keluarganya. Kepada bapak-ibunya dan istrinya Sherrin Theria, ia meminta maaf karena sudah membikin malu. "Saya berharap kalian dapat memaafkan saya," kata dia.

    Baca: Ayu Dewi Unggah Foto Dicium Suami, Netizen Singgung Zumi Zola

    Zulkifli Nurdin sempat turut diperiksa dalam penyidikan tindak pidana korupsi penerimaan gratifikasi proyek-proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi tahun 2014-2017, pada 25 Mei lalu. Zulkifli juga sempat menjabat sebagai Gubernur Jambi selama dua periode pada 1999-2005 dan 2005-2010.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.