Prilly Latuconsina Tantang Netizen yang Suka Body Shaming

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prilly Latuconsina. Instagram.com

    Prilly Latuconsina. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Body Shaming berarti mengejek atau menghina dengan mengomentari fisik dan penampilan seseorang. Tak hanya di dunia nyata, body shaming juga marak di dunia maya. Prilly Latuconsina bisa dibilang menjadi salah satu artis yang kerap mengalami body shaming.

    Di Instagramnya, kekasih Maxime Bouttier ini kerap menunjukkan rasa kesalnya usai menerima ejekan netizen soal bentuk tubuhnya. Namun kini, Prilly Latuconsina tak lagi merasa risau dengan body shaming yang diterimanya.

    Pasalnya, pemain film Danur itu mengetahui jika masalah body shaming kini bisa dipidanakan lantaran dianggap melanggar Undang-Undang Informasi dan Tranksaksi Elektronik (UU ITE).

    Terkait hal ini, Prilly Latuconsina justru menantang netizen untuk terus menyindirnya soal masalah tersebut. Hal ini diungkapkan Prilly di Instagram Story-nya, Senin, 26 November 2018.Prilly Latuconsina. Instagram

    Aktris berusia 22 tahun ini bahkan berniat untuk melaporkan netizen yang ketahuan melakukan body shaming padanya.

    "Hallo netizen Silahkan atuh yang pengen nyobain dipenjara. Terusin aja kebiasaan buruknya yang suka body shaming. Nanti aku capture yaa dan aku bantuin lapor," tulis Prilly Latuconsina di unggahannya yang memperlihatkan tangkapan layar sebuah portal yang memuat berita tentang body shaming.

    Baca: Liburan, Maxime Bouttier - Prilly Latuconsina Dilarang Berduaan

    Belum lama ini, Prilly tampak membela Tasya Kamila yang mendapat cibiran soal penampilannya yang terlihat gemuk. "Fix yang bilang gendut berarti gak pede sama badannya sendiri, makanya comment gitu supaya ngerasa lebih baik. Lagian gak ada gendut2nya sama sekali ini foto -_- bingung dan ikutan kezel," komentar Prilly Latuconsina dengan akunnya di unggahan foto Tasya Kamila.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.