Ahmad Dhani Dituntut 2 Tahun Penjara, Dul Jaelani Ingin Keadilan

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abdul Qodir Jaelani alias Dul, putra Ahmad Dhani dan Maia Estianty. Tabloidbintang.com

    Abdul Qodir Jaelani alias Dul, putra Ahmad Dhani dan Maia Estianty. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Ahmad Dhani dituntut hukuman 2 tahun penjara dalam kasus ujaran kebencian. Jaksa Penuntut Umum mengatakan Ahmad Dhani bersalah secara sah dan meyakinkan karena dianggap telah menyebarkan kebencian di masyarakat lewat cuitannya di Twitter.

    Sama seperti sejumlah sidang sebelumnya, Abdul Qodir Jaelani alias Dul ikut menemani sang ayah dalam sidang kasus ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 26 November 2018.

    Terkait tuntutan tersebut, Dul enggan banyak berkomentar. Dia hanya berharap proses hukum Ahmad Dhani berjalan berdasarkan asas keadilan.

    "Semoga apapun nanti hasilnya itu adalah hasil yang semurni-murninya ya. Adalah hasil yang seadil-adilnya dan ditangani dengan cara yang tepat, itu saja," kata Dul di PN Jakarta Selatan.Terdakwa kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani bersama anaknya, Dul Jaelani, dan kuasa hukumnya, Ali Lubis (kiri) dan Hendarsam Marantoko (kanan) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 5 November 2018. Tempo/Adam Prireza

    Dul berharap kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani murni kasus hukum dan tidak dikait-kaitkan dengan masalah politik ataupun kepentingan pihak tertentu. "Jadi semoga tidak terpengaruhi oleh kepentingan satu pihak ya," ucapnya.

    Dul sendiri mengaku apapun yang terjadi nanti dirinya akan selalu memberikan dukungan untuk Ahmad Dhani. Dul berkomitmen akan menemani ayahnya sampai sidang putusan nanti.

    Baca: Dul Jaelani Siap Buktikan Lebih Hebat dari Ahmad Dhani

    "Selalu support dong, insya Allah kalau masih berjalan pasti saya temani ayah saya," ucap Dul.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.