Kata Suhu Naga Soal Perceraian Gisella Anastasia - Gading Marten

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suhu Naga. Tabloidbintang.com

    Suhu Naga. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Paranormal Suhu Naga memprediksi sedikitnya ada 2 penyebab di balik keretakan rumah tangga Gading Marten - Gisella Anastasia yang berujung pada gugatan perceraian ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

    Rumah tangga pasangan yang melangsungkan pernikahan di Uluwatu, Bali, pada 14 September 2013 silam, menjadi retak karena adanya perbedaan prinsip yang sulit dipertemukan.

    "Di antara mereka ada perbedaan prinsip yang semakin meruncing dan sulit untuk dikompromikan," ucap Suhu Naga kepada Tabloidbintang.com, Jumat, 23 November 2018.

    Selain adanya perbedaan prinsip, rumah tangga Gisella Anastasia - Gading Marten juga retak karena adanya campur tangan pihak luar. "Dan adanya campur tangan yang mendominasi persoalan rumah tangga mereka," ucapnya lebih lanjut.Gisella Anastasia bersama suami, Gading Marten, dan putrinya Gempita Nora Marten. Instagram.com/@gise_la

    Kami pun penasaran apakah campur tangan yang dimaksud pihak ketiga adalah adanya pria idaman lain (PIL) atau wanita idaman lain (WIL), Suhu Naga enggan mempertegas. "Bung artikan sendiri lah," ucapnya.

    Gisella Anastasia resmi menggugat cerai Gading Marten ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 19 November 2018 lalu. Kala itu Gisella mendaftarkan gugatan diwakili kuasa hukumnya.

    Baca: Vicky Prasetyo - Angel Lelga Memanas, Begini Terawangan Suhu Naga

    Sebelum melayangkan gugatan cerai, menurut Gibran Marten, Gisella sempat bertemu dengan keluarga Gading Marten dan menyampaikan permasalahan yang terjadi. Gisella bahkan sempat berpamitan ke keluarga Gading Marten.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.