Bali Weekend di Museum Leiden Disambut Meriah Publik Belanda

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga orang penari menampilkan Tari Legong yang tergolong tari Bali-Balihan dalam rangka perayaan penetapan sembilan tarian Bali oleh UNESCO di Taman Budaya Denpasar, Bali, 30 Desember 2015. Sebanyak 9 tari Bali dipagelarkan kembali sekaligus apresiasi terhadap para seniman menyusul ditetapkannya tari-tari Bali tersebut sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada awal Desember 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    Tiga orang penari menampilkan Tari Legong yang tergolong tari Bali-Balihan dalam rangka perayaan penetapan sembilan tarian Bali oleh UNESCO di Taman Budaya Denpasar, Bali, 30 Desember 2015. Sebanyak 9 tari Bali dipagelarkan kembali sekaligus apresiasi terhadap para seniman menyusul ditetapkannya tari-tari Bali tersebut sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada awal Desember 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Tari Barong yang dibawakan Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, I Gusti A. Wesaka Puja dengan iringan gamelan Swara Shanti dari Amstelveen mendapat sambutan meriah penonton dalam acara Bali Weekend yang digelar di Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda akhir pekan lalu.

    Gamelan Swara Shanti membuka pergelaran dengan mengalunkan Sinom Ladrang yang membawa penonton ke suasana kehidupan keseharian di Bali, kata Minister Counsellor Fungsi Pensosbud KBRI Denhaag, Belanda, Renata Siagian kepada Antara London, Selasa.

    Pergelaran budaya yang juga menampilkan tari Kembang Girang dan tari Rangda itu merupakan bagian dari Bali Weekend yang dikemas sebagai bagian dari rangkaian Grand Exhibition Bali, Welcome to Paradise yang digelar sejak Oktober lalu.

    Dubes I Gusti Agung Wesaka Puja selepas penampilan mengatakan, Bali merupakan destinasi pariwisata yang terkenal di Belanda, karena itu ia memberi apresiasi melalui tarian Barong Bali. "Semoga pengunjung terhibur dengan apa yang disuguhkan dan dapat mempererat hubungan antara kedua negara utamanya di sektor pariwisata dan budaya" ujarnya.

    Harapan serupa juga disampaikan Aafke, warga Belanda pegiat kebudayaan Bali yang di akhir pekan ini juga memberikan pelatihan tari Bali kepada anak Belanda yang mengunjungi Volkenkunde.

    Selama akhir pekan pengunjung tidak hanya mengunjungi pameran, tetapi juga menonton pergelaran budaya dan mengikuti berbagai lokakarya dan presentasi seputar Bali antara lain demo memasak makanan Bali, menyiapkan sesaji, membuat barang seni.

    Pameran Bali bertemakan Welcome to Paradise itu dibuka secara resmi di Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda oleh Dubes I Gusti Agung Wesaka Puja dan Wali Kota Leiden serta Direktur Umum Museum Volkenkunde, Stijn Schoonderwoerd dan dihadiri ratusan pengunjung.

    Salah satu kunci kesuksesan Bali menjadi salah satu destinasi wisata dunia adalah karena Bali terkenal dengan keindahan alam, kehangatan masyarakat dan keharmonisannya. Masyarakat Bali juga selalu menitikberatkan bagaimana antara sesama hidup secara rukun dan damai.

    Baca: Ada Layar Tancap di Minikino Film Week di Bali

    Museum Volkenkunde yang terletak 19 km dari kota Den Haag memiliki koleksi terbesar tentang Bali dan Indonesia, selain koleksi berbagai negara seperti Asia, Afrika dan Timur Tengah.

    Sebanyak 250 koleksi karya seni Bali ditampilkan dalam Pameran "Welcome to Paradise" yang berlangsung hingga 26 Mei tahun depan. Lebih dari 200 ribu orang Belanda berwisata ke Bali setiap tahunnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Olahraga Pada Puasa Ramadan Saat Pandemi, Dapat Mencegah Infeksi Covid-19

    Olahraga saat puasa dapat memberikan sejumlah manfaat. Latihan fisik dapat mencegah infeksi Covid-19 saat wabah masih berkecamuk di Ramadan 1442 H.