Wulan Guritno Akui Pernah Jadi Korban KDRT

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wulan Guritno di Pantai Sekotong, seusai menyelesaikan Mekaki Marathon 2018, 28 Oktober 2018. (Instagram @wulanguritno)

    Wulan Guritno di Pantai Sekotong, seusai menyelesaikan Mekaki Marathon 2018, 28 Oktober 2018. (Instagram @wulanguritno)

    TEMPO.CO, Jakarta - Wulan Guritno aktif mengkampanyekan antikekerasan. Salah satunya lewat kegiatan EnamBelas Fim Festival (16FF) bersama 16 aktris dan seniman. Bukan tanpa alasan Wulan Guritno menjadi aktivis karena pernah menjadi korban kekerasan.

    Kepada wartawan Wulan Guritno mengungkapkan pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

    "Aku pernah ngalamin dulu, tapi ini enggak usah diungkap-ungkap karena masalahnya sudah selesai ya. Tapi kan terus akhirnya itu terungkap juga jadi enggak ada yang dirahasiakan lagi. Ya kekerasan dalam rumah tangga kalau aku dulu kan," ungkap Wulan Guritno di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 16 November 2018.

    Saat menjadi korban kekerasan, Wulan Guritno mengaku bingung dan tidak berani bercerita kepada siapa pun, terlebih lagi kepada keluarganya karena memang ada masalah internal.Wulan Guritno. instagram.com

    “Tapi ya enggak berani bersuara karena bingung. Kalau aku waktu itu bingungnya aku sudah menikah dengan orang yang tidak disetujui orang tuaku, kasarnya gitu," beber Wulan Guritno.

    Saat itu, Wulan Guritno hanya bisa menutup-nutupi dan memendan penderitaan yang dirasakan. Padahal Wulan mengalami memar-memar di bagian wajahnya.

    Baca: Wulan Guritno Dihujat Usai Pegang Bintang Laut, Ini Pembelaannya

    Meski demikian, bagi Wulan Guritno, apa yang dialaminya adalah masa lalu yang tak perlu diingat. Karena baginya itu merupakan pelajaran yang tidak akan diulanginya lagi.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.