Jerinx SID Tegur Via Vallen, Erix Soekamti Ingatkan Hak Cipta

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Via Vallen Tampil di Konser Terima Kasih Indonesia Pada Selasa, 4 September 2018. (Tempo/Rina Anggraeni)

    Via Vallen Tampil di Konser Terima Kasih Indonesia Pada Selasa, 4 September 2018. (Tempo/Rina Anggraeni)

    TEMPO.CO, Jakarta - Vokalis band Endank Soekamti, Erix Soekamti menilai teguran yang dilayangkan oleh Jerinx, drummer Superman is Dead, kepada Via Vallen adalah hal yang wajar. Menurutnya itu merupakan hak dari pencipta lagu yang karyanya dibawakan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

    "Layak dong karena itu hak dari musisi yang punya lagu. Cuma caranya aja beda-beda. Menurutku layak karena itu haknya pencipta dan yang membawakan harus kulo nuwun dulu," ucap Erix Soekamti saat berbincang di Jakarta, Selasa.

    Terlebih, menurut Erix, ketika Via Vallen membawakan lagu Sunset Di Tanah Anarki mendapat bayaran bayaran profesional dari penyelenggara acara.Drummer grup musik Superman Is Dead, Jerinx tampil solo akustik dalam Folk Revolutionaries Vol. 3 di Rumah Sanur - Creative Hub, Denpasar, 23 Juli 2016. TEMPO/Bram Setiawan

    Erix Soekamti mengatakan permasalahan yang terjadi antara Jerinx SID dan Via Vallen jadi momentum baik untuk mengedukasi musisi dan penikmat musik mengenai masalah hak cipta.

    "Ini momen yang bagus untuk mengedukasi. Jadi cara mengedukasi orang itu macam-macam. Kalau memang maunya yang seru kayak gini silahkan," tambahnya.

    Erix Soekamti mengaku tengah berupaya mensosialisasikan mengenai music publishing. Salah satunya melalui vlog di akun YouTube pribadinya.

    Ia juga mendorong para musisi untuk mendaftarkan karyanya sebagai intelectual property. Tujuannya untuk melindungi karya dan hak dari musisi itu sendiri agar tidak disalahgunakan.

    Personel kelompok musik Endank Soekamti, Erix (kiri) dan Dory, menghibur penonton saat tampil dalam Soundrenaline 2018 di Garuda Wisnu Kencana, Bali, Sabtu, 8 September 2018. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    "Musisi itu punya lagu sebenarnya sudah punya intelectual property. Lagu itu bisa menghidupi dia sampai dia meninggal bahkan 70 tahun setelahnya mendapatkan royalti. Nah itu nggak semua musisi tahu," tuturnya.

    Baca: Jerinx SID - Via Vallen Berseteru, Anji Singgung Major dan Indie

    Jika sistem yang ini berjalan dengan baik, Erix pun yakin kesejahteraan dan hak para musisi semakin terjamin. "Jadi di masa depan kalau sistemnya ini berjalan benar, ketika musisi mau kredit rumah atau ngutang itu nggak usah ditanya lagi karena dia sudah punya aset, yaitu lagu," katanya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.