Jual Barang Curian Milik John Lennon, Pria Ini Diadili di Jerman

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri band legendaris The Beatles, John Lennon, tewas setelah ditembak oleh penggemarnya sendiri pada 1980. Ia baru saja meluncurkan album solo terbarunya Double Fantasy. Instagram.com/@Johnlennon official

    Pendiri band legendaris The Beatles, John Lennon, tewas setelah ditembak oleh penggemarnya sendiri pada 1980. Ia baru saja meluncurkan album solo terbarunya Double Fantasy. Instagram.com/@Johnlennon official

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pria diadili di Berlin, Jerman dengan tuduhan menjadi penadah barang curian berupa buku harian dan barang-barang lain milik John Lennon, Senin, 12 November 2018.

    Tersangka, yang diidentifikasi sebagai Erhan G., mendatangi sebuah rumah lelang di Berlin untuk menjual barang-barang tersebut dan menerima pembayaran di muka sebesar 785.000 euro (US$884.000) pada 2014.

    Dilansir dari Reuters, Selasa, 13 November 2018, jaksa penuntut mengatakan bahwa selain tuduhan sebagai penadah barang curian, tersangka juga diduga melakukan penipuan berencana. "Beberapa barang seperti kacamata [John Lennon] ditemukan di mobil tersangka," ujarnya.

    Barang-barang berupa buku harian, rekaman konser The Beatles, dan kacamata milik Lennon diketahui dicuri oleh mantan sopir Yoko Ono--istri mendiang Lennon--pada 2006.John Lennon dan Yoko Ono, New York, 1972. Setelah meninggal tertembak pada tahun 1982, jenazahnya dikremasi di Ferncliff Cemetery, hingga kini tidak ada yang mengetahui keberadaan abu Lennon. AP

    Lennon terakhir kali menulis di buku harian itu pada 8 Desember 1980, hari ketika dia ditembak dan dibunuh di New York, AS oleh Mark David Chapman. Dalam tulisan terakhirnya, disebutkan bahwa Lennon dan Ono memiliki janji dengan fotografer Annie Leibovitz.

    Hasil dari pemotretan dengan Leibovitz adalah foto yang menunjukkan Lennon meringkuk sambal memeluk Ono di tempat tidur mereka. Foto itu terbit sebagai sampul majalah Rolling Stone pada Januari 1981.

    Barang-barang tersebut sempat dibawa ke Turki dan dibawa ke Berlin pada 2013 atau 2014.

    Tindak kejahatan ini terungkap setelah pihak berwenang melakukan pemeriksaan di sebuah rumah lelang yang nyaris bangkrut. Barang-barang tersebut oleh rumah lelang itu dibanderol dengan harga sekitar 3,1 juta euro.

    Baca: Polisi Jerman Temukan Buku Harian John Lennon dari Pencurian

    Barang-barang itu kemudian diserahkan kepada pengacara Yoko Ono pada 21 September 2018.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.