Selasa, 20 November 2018

Ini Deretan Bintang Drama Tari Genta Sriwijaya

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sutradara Kenthus Bhatara (tiga dari kiri) beserta pemain Genta Sriwijaya di konferensi pers di Jakarta, Kamis, 8 November 2018. TEMPO/Reza Maulana

    Sutradara Kenthus Bhatara (tiga dari kiri) beserta pemain Genta Sriwijaya di konferensi pers di Jakarta, Kamis, 8 November 2018. TEMPO/Reza Maulana

    TEMPO.CO, Jakarta - Berbagai bintang bakal memeriahkan pagelaran drama tari Genta Sriwijaya. Pagelaran gabungan seni tari, musik, teater, dan komedi ini dijadwalkan berlangsung di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, 20 November mendatang.

    Sebagai bintang utama, ada sopranis Andrea Miranda dan penyanyi seriosa Daniel Christianto. Sederet tokoh dan selebritas turut meramaikan seni panggung yang berdurasi 1,5 jam itu. Ada Inaya dan Yenny Wahid, putri Presiden Abdurrahman Wahid, bintang sepakbola Bambang Pamungkas, presenter Ivy Batuta, biduan Ruth Sahanaya, aktris Cathy Sharon, dan lainnya. "Kebanyakan memang bukan berlatar belakang teater, tapi semua mencintai seni," kata Kenthus Bharata, sutradara pertunjukan tersebut, dalam konferensi pers di The Pallas, Kawasan Bisnis Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis, 11 Agustus 2018.

    Di balik layar, ada Denny Malik sebagai direktur kreatif dan Tohpati penata musik. Denny mengatakan 200-an penari Genta Sriwijaya hanya punya tiga bulan untuk berlatih bersama. "Itu pun tidak setiap hari, weekend saja," katanya.

    Genta Sriwijaya berlatar abad VII, saat kerajaan terbesar Asia Tenggara itu dipimpin Maharaja Dapunta Hyang Sri Jayanasa--berkuasa 671-702 Masehi. Dapunta menaklukkan kerajaan-kerajaan sekitarnya sehingga membentuk Sriwijaya menjadi kedatuan yang besar dan disegani. Di masa itu terselip kisah percintaan antara anaknya, Pangeran Dharmapala dan Putri Tritaradewi, anak Prabu Rajendrawamsa dari Kerajaan Melayu.

    Baca: Drama Musikal Dilan Diundur Sampai Pilpres 2019

    Tohpati, yang baru pertama kali mengiringi sendratari dengan orkestra bernuansa Indonesia, mengatakan proyek ini membuatnya tertantang. Sebab, dia bisa mengeksplorasi musik yang pas untuk menggambarkan nuansa Sriwijaya. "Orang bilang bernuansa Melayu, tapi menurut penerawangan saya, bukan Melayu seperti yang kita kenal sekarang," ujar dia.

    Tiket pagelaran ini dijual mulai Rp 250 ribu sampai Rp 2 juta. Sebagian hasil penjualan akan didonasikan untuk pendidikan anak kurang mampu di Sumatera Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.