Rabu, 21 November 2018

Navicula Rilis Album Baru, Karya Terakhir Bersama Made Indra

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grup band Navicula. (Dok. Navicula)

    Grup band Navicula. (Dok. Navicula)

    TEMPO.CO, Jakarta - Band asal Bali Navicula akan menggelar konser peluncuran album ke-9, "Earthship" pada 10 November 2018 di Colony Creative Hub, Plaza Renon, Denpasar, album karya terakhir yang selesai direkam bersama almarhum Made Indra tepat sehari sebelum kecelakaan yang menimpanya pada 24 Maret 2018.

    "Album ini spesial. Made mengisi seluruh bagian bass dalam album Earthship. Album ini kami dedikasikan untuk Made," kata Gede Robi, vokalis dan gitaris Navicula.

    Album Earthship yang diproduseri oleh Yayasan Manik Bumi berisi 10 lagu yang bercerita mengenai lingkungan, kritik sosial, pluralisme, dan situasi politik di Indonesia.

    Album ini masih bernapaskan semangat yang terus ditiupkan Navicula yaitu perdamaian, cinta, dan kebebasan. Untuk peluncuran album Earthship, Navicula ingin menyajikan konser yang intim. Tiket yang dijual tak lebih dari 200 lembar. Konser ini juga menampilkan Zat Kimia dan Made Mawut.

    Pada konser ini Navicula akan merilis video klip single kedua dari album Earthship yang berjudul "Di Depan Layar" yang disutradarai Erick EST. Sebagian gambar video klip "Di Depan Layar" diambil pada perjalanan tour di Australia, November 2017.

    Sebelumnya Navicula telah merilis video klip lagu "Ibu" pada Juni 2018 dan lagu "Saat Semua Semakin Cepat, Bali Berani Berhenti" pada Hari Raya Nyepi tahun 2016.

    Dalam konser spesial ini, Navicula juga akan membagi video perjalanan selama tur di Eropa pada 3-17 Oktober lalu. Navicula menyambangi beberapa kota di enam negara, yaitu Jerman, Austria, Slovakia, Hungaria, Polandia dan Republik Ceko.

    "Awalnya karena ada undangan dari Pasar Hamburg. Lalu Navicula mengambil kesempatan ini dengan menambahkan durasi tour dengan bermain di lima negara di Eropa lainnya," kata Robi.

    Selama tur Eropa, Navicula memutar video promo film Pulau Plastik, serial dokumenter tentang carut marut masalah sampah plastik di Bali. Pulau Plastik yang rencananya akan dibuat sebanyak 8 episode membahas masalah sampah plastik secara mendetail, terkait manajemen, inisiatif lokal, data dan statistik, peran pemerintah, itikad pengusaha, kesadaran publik, dan kebijakan lokal.

    Sampah plastik kini menjadi isu penting di nasional dan internasional karena buruknya pengelolaan sampah membuat massifnya plastik yang berakhir di lautan. Ancaman seriusnya kemudian adalah mikroplastik yang terkandung pada ikan yang dikonsumsi manusia.

    Baca: Slank dan Navicula Buat Karya Perangi Penggunaan Plastik

    Pada Pulau Plastik, Robi menelusuri persoalan sampah plastik dari pola konsumsi masyarakat yang kemudian berakhir menjadi masalah yang kemudian dikonsumsi kembali oleh masyarakat. Film ini adalah kolaborasi antara Akarumput, Kopernik, ASA Film, Ford Foundation, National Geographic, dan The Body Shop.

    Film ini dimaksudkan untuk mendukung kolaborasi berbasis solusi antara masyarakat, pemerintah, dan korporasi. “Semua pihak diharapkan duduk bersama dan berkomitmen mencari solusi mengenai pengurangan pemakaian plastik terutama konsumsi plastik sekali pakai,” kata Robi Navicula.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.