Rabu, 21 November 2018

Syuting A Man Called Ahok, Edward Akbar Dapat Pengalaman Seru

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Edward Akbar. Tabloidbintang.com

    Edward Akbar. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Edward Akbar senang ikut membintangi film A Man Called Ahok. Apalagi banyak pesan positif yang bisa dipetik para penonton dari film yang menceritakan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

    Edward Akbar mangatakan, proses syuting pun berjalan sangat menyenangkan. Selama dua pekan Edward Akbar dan pemain lainnya berada di Belitung, untuk melakukan reading dan proses syuting film tersebut.

    "Yang peran anak kecil juga dari sana langsung dan seru lah. Beda kita syuting di kota besar dengan pemain-pemain kota besar sama ketemu pemain-pemain dari daerah. Energi dan motivasinya lain," ujar Edward Akbar di Kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin, 5 November 2018.

    Menurut Edward Akbar, salah satu pengalaman tak terlupakan adalah saat masyarakat setepat gempar karena kemunculan buaya di sungai pasar Gantung. Edward Akbar mengatakan, secara keseluruhan proses syuting berjalan sangat seru.Film A Man Called Ahok. Istimewa

    "Di sana buaya memang banyak tapi overall semua syutingnya sangat nikmat karena saya sangat suka daerah pedesaan dan kita melakukan observasi dengan lingkungan dengan orang-orang setempat dan prosesnya sangat menarik sih," katanya.

    Hal lain yang mebuat Edward Akbar tertantang karena kulitnya harus terlihat lebih kelam di film ini. Sebab, karakter Musyono yang diperankan Edward diceritakan besar di pasar.

    "Memang Belitung panas ya. Saya senang variasi karakter yang enggak biasa," kata Edward Akbar.

    Baca: Nonton A Man Called Ahok, Daniel Mananta Hampir Menangis

    Selain Edward Akbar, film A Man Called Ahok juga dibintangi Daniel Mananta, Eriska Rein, Donny Damara, Donny Alamsyah, Denny Sumargo dan Jill Gladys. Film ini mulai tayang di bioskop pada 8 November 2018.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.