Rabu, 21 November 2018

Film Hunter Killer Dilarang Tayang di Bioskop Rusia dan Ukraina

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu adegan dalam Hunter Killer, Final Trailer. Lionsgate Movies (hunterkiller.movie)

    Salah satu adegan dalam Hunter Killer, Final Trailer. Lionsgate Movies (hunterkiller.movie)

    TEMPO.CO, Jakarta - Rusia dan Ukraina melarang penayangan perdana film thriller Hunter Killer di negara tersebut. Hunter Killer mengisahkan upaya tentara Amerika Serikat menyelamatkan presiden Rusia dari percobaan kudeta.

    Seperti laporan Hollywood Reporter, film yang dibintangi Gerard Butler dan Gary Oldman ini, seharusnya tayang perdana di bioskop-bioskop Rusia dan Ukraina pada Kamis malam, 1 November 2018. Namun tiba-tiba dibatalkan dengan alasan di luar tanggung jawab pihak bioskop di kedua negara tersebut.

    Di Rusia, film ini gagal mendapatkan izin tayang dari kementerian kebudayaan. Izin tayang wajib diperlukan untuk penayangan film-film layar lebar, dan hal tersebut memaksa distributor menurunkan film ini dari layar-layar bioskop.

    Pihak kementerian menyebut bahwa alasan pembatalan itu karena salinan Hunter Killer, yang diserahkan pihak distributor untuk direview, memiliki kualitas buruk dan salinan penggantinya terlambat diserahkan untuk direview pihak kementerian tepat waktu.

    Namun sejumlah pengamat menduga pelarangan film ini karena cerita Hunter Killer sendiri.Hunter Killer sebuah film aksi-thriller yang disutradarai Donovan Marsh dan naskahnya ditulis Arne Schmidt dan Jamie Moss berdasarkan novel Firing Point karya Don Keith dan George Wallace (Summit Entertainment)

    Hunter Killer, yang dirilis pada Jumat lalu di Amerika Serikat dan meraup pendapatan 6,7 juta dolar AS selama penayangan akhir pekan pertamanya, mengisahkan seorang komandan kapal selam Amerika (Gerard Butler) yang berupaya mencegah Perang Dunia III setelah presiden Rusia disandera oleh menteri pertahanannya yang berkhianat.

    Kisah film seperti ini dapat dianggap menyinggung di Rusia, menurut majalah online independen Snob.ru. "Ada ketakutan bahwa film itu bisa membuat penonton berpikir presiden secara prinsip bisa digulingkan, dan itu tidak boleh terjadi," tulisnya.

    Hal serupa disampaikan politisi oposisi Dmitry Gudkov yang menyebut kementerian tersebut kemungkinan mencekal Hunter Killer karena menampilkan skenario fiktif bahwa Presiden Vladimir Putin bisa dikudeta.

    Sebelumnya pada tahun ini, kementerian kebudayaan Rusia melarang penayangan The Death of Stalin karya Armando Iannuci karena mengolok-olok sejarah Uni Soviet.Hunter Killer sebuah film aksi-thriller yang disutradarai Donovan Marsh dan naskahnya ditulis Arne Schmidt dan Jamie Moss berdasarkan novel Firing Point karya Don Keith dan George Wallace (Summit Entertainment)

    Sementara itu Ukraina, yang memiliki hubungan buruk dengan Rusia sejak aneksasi Krimea pada 2014, juga melarang penayangan Hunter Killer dengan alasan berbeda.

    Baca: Harry Dagoe Garap Film Keira, Kisah Gadis dengan 7 Kepribadian

    Film itu dijadwalkan tayang perdana pada 25 Oktober di negara tersebut, namun kementerian kebudayaan setempat menolak memberikan izin penayangan kepada Hunter Killer karena film ini menggambarkan "kekuatan militer Rusia".


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.