Lee Jong Suk Rela Tidak Dibayar di Serial Drama Hymn of Death

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lee Jong Suk. Soompi.com

    Lee Jong Suk. Soompi.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor Korea Selatan Lee Jong Suk mengaku tidak menerima bayaran untuk drama terbarunya, Hymn of Death yang akan tayang pada 27 November 2018 mendatang.

    "Banyak alasan, salah satu alasannya, saya memang dekat dengan sutradaranya, jadi ingin bikin drama bareng lagi," ujar Lee Jong-suk dalam acara temu penggemar bertajuk "Crank Up" di Jakarta, Sabtu malam, 3 November 2018.

    Di drama tersebut, Lee Jong Suk memerankan karakter Kim Woo-jin, seorang pengarah musik dan pembuat puisi. Drama yang membuat dia beradu akting dengan Shin Hye Sun itu mengambil latar 1960-an.

    Ini merupakan kali pertama Lee Jong Suk berperan dalam serial drama dengan latar belakang waktu yang berbeda, sekaligus memerankan karakter yang benar-benar ada.

    "Karena ini pertama kalinya akting seperti itu, saya fokus pada cara dia berbicara dan berpakaian," kata Lee Jong-suk.Suzy Miss A dan Lee Jong Suk di drama While You Were Sleeping. SOOMPI

    Dalam acara temu penggemar yang berlangsung selama dua jam tersebut juga terdapat sesi "Best Scene" yang menampilkan tiga adegan sedih dan romantis terbaik pilihan para penggemar.

    Serial drama yang pernah menjadi favorit penggemar adalah WPinocchio, While You Were Sleeping, dan I Can Hear Your Voice. Untuk adegan romantis, dari semua adegan ciuman yang pernah dilakukannya, Lee Jong Suk mengaku adegan ciuman bersama Park Shin-hye dalam Pinocchio menjadi favoritnya.

    Baca: Kim Woo Bin dan Lee Jong Suk Liburan Bersama di Hawaii

    Saat ditanya apakah ada hal yang biasanya disiapkan terlebih dahulu sebelum adegan ciuman, Lee Jong Suk hanya menjawab dengan senyuman, sambil menjawab singkat, "Ya lakukan saja."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.